JAKARTA – Jordan Henderson kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan masuk dalam daftar incaran Chelsea pada bursa transfer musim panas, sebuah langkah yang berpotensi memicu kontroversi di kalangan pendukung Liverpool.
Gelandang berusia 36 tahun itu disebut dapat bergabung dengan Chelsea tanpa biaya transfer apabila Brentford menyetujui kepergiannya sebelum musim baru Premier League dimulai.
Mengutip laporan Liverpool.com, Selasa, jika transfer tersebut benar-benar terwujud, kepindahan Henderson dinilai berisiko mencoreng warisan yang telah ia bangun selama lebih dari satu dekade bersama Liverpool.
Henderson menghabiskan 12 musim bersama The Reds sejak direkrut sebagai pemain muda berbakat hingga berkembang menjadi kapten sekaligus salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah modern klub.
Selama memperkuat Liverpool, Henderson membantu tim meraih delapan trofi bergengsi di berbagai kompetisi domestik maupun Eropa.
Ia juga mencatat sejarah sebagai kapten pertama Liverpool yang mengangkat trofi Premier League setelah klub menanti gelar kasta tertinggi Inggris selama hampir 30 tahun.
Kariernya di Anfield ditutup dengan hampir 500 penampilan serta berbagai momen penting yang membuat namanya melekat di hati para pendukung Liverpool.
Pada 2023, Henderson memilih melanjutkan karier ke Liga Pro Arab Saudi dengan bergabung bersama Al-Ettifaq dalam gelombang perekrutan pemain bintang Eropa.
Petualangan tersebut berlangsung singkat karena ia hanya bertahan sekitar enam bulan sebelum memutuskan pindah ke Ajax di Belanda.
Kariernya di Ajax juga tidak berjalan sesuai harapan sehingga Henderson kembali mencari peluang bermain di Premier League.
Kesempatan itu datang pada musim panas tahun lalu ketika Brentford merekrutnya dengan status bebas transfer.
Bersama Brentford, Henderson tampil cukup konsisten dengan mencatatkan 34 penampilan di seluruh ajang selama semusim.
Pengalaman dan kepemimpinannya kini disebut menarik perhatian Chelsea yang ingin menambah pemain senior untuk memperkuat skuad menghadapi musim baru.
Sejumlah laporan menyebut Chelsea siap memanfaatkan peluang merekrut Henderson secara gratis apabila Brentford melepas sang pemain.
Langkah tersebut dipandang sensitif karena Chelsea merupakan salah satu rival langsung Liverpool dalam persaingan papan atas Premier League.
Apabila transfer terjadi, sebagian pendukung Liverpool diperkirakan akan mempertanyakan komitmen Henderson terhadap klub yang pernah ia pimpin sebagai kapten.
Sorotan semakin besar karena pesan perpisahan emosional Henderson saat meninggalkan Liverpool pada 2023 kembali menjadi bahan pembicaraan publik.
“Sulit mengungkapkan 12 tahun terakhir ini dengan kata-kata, dan jauh lebih sulit lagi mengucapkan selamat tinggal. Saya akan selalu menjadi bagian dari Liverpool sampai hari saya meninggal.”
“Terima kasih untuk semuanya. Anda Tidak Akan Pernah Berjalan Sendiri. Jordan.”
Ucapan tersebut selama ini dianggap sebagai simbol loyalitas Henderson kepada Liverpool dan para pendukungnya.
Namun, kemungkinan bergabung dengan Chelsea dinilai sebagian penggemar dapat mengurangi makna emosional dari pesan perpisahan tersebut.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai masa depan Henderson maupun keputusan akhir Chelsea terkait transfer tersebut.
Apabila kesepakatan tercapai, laga Chelsea melawan Liverpool musim depan diperkirakan akan menjadi momen emosional yang menguji hubungan Henderson dengan suporter Anfield.***



