SIKKA — Penanganan pengungsi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencakup kebutuhan fisik sekaligus pemulihan psikososial anak.
Di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, anak-anak mendapat pendampingan trauma healing dan akses perpustakaan keliling.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat untuk membantu anak melewati masa sulit pascabencana.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menilai dukungan tersebut penting bagi anak selama berada di pengungsian.

“Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak,” jelas Berton dalam keterangan resminya, Selasa (18/8).
Melalui trauma healing, anak-anak diajak bermain, berinteraksi, bernyanyi, bercerita, serta mengikuti berbagai kegiatan kelompok yang sesuai usia.
Aktivitas tersebut dirancang secara menyenangkan agar anak tetap memiliki ruang berekspresi meski harus menjalani keseharian dalam situasi pengungsian.
“Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana,” jelasnya.
Selain pendampingan psikologis, perpustakaan keliling dihadirkan untuk memberikan kegiatan alternatif sekaligus menjaga kebiasaan belajar anak selama berada di posko.

Layanan tersebut didukung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka sehingga anak-anak tetap memiliki akses terhadap buku bacaan di tengah kondisi darurat.
Menurut Berton, dukungan psikososial perlu dipertahankan selama warga masih menempati lokasi pengungsian dan menjalani proses pemulihan.
Keberlanjutan layanan tersebut diharapkan membantu masyarakat terdampak kembali menjalani kehidupan secara bertahap setelah menghadapi bencana.
“Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” jelas dia.***




