Dunian pendidikan tinggi kembali dicoreng oleh praktik rasuah. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Akhmad Sodiq, resmi diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran.
“Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed,” mengonfirmasi Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026).
Berikut adalah deretan fakta penting terkait gelombang OTT KPK yang mengguncang kampus negeri di Purwokerto tersebut:
1. Diciduk Saat Berada di Jakarta
Berbeda dengan jajaran pejabat lain yang diamankan di Jawa Tengah, Rektor Akhmad Sodiq ditangkap saat sedang berada di Jakarta pada Kamis (20/8/2026). Ia langsung digiring menuju Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
2. Total 14 Orang Diamankan, 9 Orang Diterbangkan ke Jakarta
Secara keseluruhan, tim penindakan KPK mengamankan 14 orang dalam operasi senyap ini (12 orang di Purwokerto dan 2 orang di Jakarta). Usai pemeriksaan awal di Polresta Banyumas, penyidik akhirnya memboyong 7 orang tambahan ke Jakarta, sehingga total 9 orang kini tengah diperiksa secara marathon di Gedung Merah Putih.
3. Dua Wakil Rektor Turut Terseret
Tak hanya sang rektor, dua petinggi kampus lainnya juga ditangkap di Purwokerto, yaitu:
-
Wakil Rektor II (Bidang Umum & Keuangan): Kuat Puji Prayitno
-
Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan): Norman Arie Prayogo
4. Modus Suap Kursi Kedokteran & Barang Bukti Ratusan Juta
KPK mengungkap bahwa konstruksi perkara ini berkaitan erat dengan praktik “jual beli” kursi penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dalam tangkap tangan tersebut, penyidik menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah yang diduga sebagai komitmen fee kelolosan calon mahasiswa.
5. Seluruh Lantai Tiga Rektorat Disegel
Pasca-OTT, tim KPK bergerak cepat menyegel seluruh ruangan kerja di lantai tiga Gedung Rektorat Unsoed, mulai dari ruang kerja Rektor hingga para Wakil Rektor. Juru Bicara Unsoed, Edi Santoso, membenarkan bahwa area rektorat kini telah disterilkan penuh oleh penyidik.





