NEW YORK — Coco Gauff mendapatkan jalur yang cukup menantang dalam undian tunggal putri US Open 2026 di Flushing Meadows.
Petenis Amerika Serikat itu berstatus unggulan keempat dan mengawali perjuangannya menghadapi Zeynep Sonmez yang menempati peringkat ke-52 dunia.
Pertemuan dengan Sonmez menjadi ujian pembuka bagi Gauff sebelum menghadapi kemungkinan lawan yang memiliki pengalaman lebih besar.
Mengutip Tennis World, Sabtu (29/8/2026), jika mampu melewati laga pertama, Gauff diproyeksikan bertemu mantan petenis nomor dua dunia Paula Badosa pada babak kedua.
Tantangan berikutnya berpotensi datang dari Sara Bejlek yang menjadi unggulan ke-28 dan tampil mengesankan di Cincinnati.
Namun, Gauff sudah memiliki pengalaman menghadapi Bejlek setelah mengalahkan petenis Ceko itu di semifinal Cincinnati 2026.
Memasuki babak keempat, Gauff berpotensi berjumpa unggulan ke-14 Iva Jovic dalam salah satu pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.
Jalur Gauff kemudian semakin berat karena perempat final berpotensi mempertemukannya dengan juara French Open 2026 Mirra Andreeva.
Amanda Anisimova juga berada di area undian yang sama sehingga persaingan menuju delapan besar tetap terbuka dan sulit diprediksi.
Jika mampu mencapai semifinal, Gauff berpotensi menghadapi nama besar seperti Elena Rybakina atau Iga Swiatek.
Sementara itu, skenario final berdasarkan susunan undian membuka kemungkinan Gauff berhadapan dengan unggulan pertama sekaligus juara bertahan Aryna Sabalenka.
Sabalenka sendiri sedang memburu gelar US Open ketiga secara beruntun setelah menjuarai turnamen tersebut pada 2024 dan 2025.
Meski jalurnya berat, Gauff datang ke New York dengan modal performa lapangan keras yang sangat menjanjikan.
Petenis berusia 22 tahun itu mencapai semifinal Toronto sebelum merebut gelar Cincinnati untuk menambah kepercayaan dirinya menjelang US Open.
Kemenangan di Cincinnati juga menjadi gelar pertama Gauff sepanjang musim 2026 dan memperkuat statusnya sebagai salah satu kandidat juara.
Di Cincinnati, Gauff mengalahkan Bejlek 6-4, 6-1 dalam waktu 76 menit untuk memastikan tiket ke final turnamen tersebut.
Secara keseluruhan, Gauff mencatatkan rekor 9-1 di lapangan keras pada musim panas tahun ini sehingga momentumnya menuju New York sangat positif.
Setelah menjuarai Cincinnati, Gauff mengakui bahwa kualitas permainannya kini jauh berbeda dibandingkan musim sebelumnya.
“Saya pikir ini adalah perjalanan panjang, tetapi saya senang, saya merasa pemain yang sekarang benar-benar berbeda dengan saya tahun lalu.”
“Menurut saya, hasil ini bukan jaminan bahwa saya akan tampil bagus di New York, tetapi saya berharap pengalaman dari pertandingan-pertandingan berkualitas pekan ini bisa saya gunakan.”
Gauff sebelumnya sudah merasakan manisnya menjadi juara Grand Slam ketika menaklukkan US Open 2023 di hadapan publik Amerika Serikat.
Kini, ia kembali mengejar trofi yang sama dengan ambisi mengangkat gelar US Open untuk kedua kalinya dalam kariernya.
Persaingan tahun ini diprediksi semakin ketat karena tujuh juara Grand Slam berbeda telah muncul sejak awal 2025.
Dengan performa terkini yang sedang meningkat, Gauff memiliki peluang besar melangkah jauh meski harus melewati salah satu jalur tersulit di sektor putri.***



