PANGANDARAN — Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran ambrol saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama rombongan berada di bagian tengah jembatan, Minggu sore. Sebelum ambruk, Citra mengaku sempat merasakan jembatan mulai bergoyang dan meminta orang-orang di belakangnya untuk mundur.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Citra menghadiri agenda peresmian Jembatan Pongpet atas undangan Dandim setempat.
Kedatangan Citra bersama rombongan awalnya berlangsung meriah. Mereka disambut warga dan iring-iringan seni sebelum berjalan menuju lokasi jembatan.
Setelah tiba di jembatan, rombongan kemudian mulai berjalan melintasi jembatan gantung tersebut. Namun, ketika memasuki bagian tengah, Citra mulai merasakan adanya guncangan.
Menurut Citra, kondisi jembatan terasa semakin tidak stabil ketika sejumlah orang berada di atasnya. Ia kemudian berusaha mengingatkan orang-orang yang berada di belakang agar segera kembali ke posisi aman.
“Ketika sudah agak di tengah, jembatan mulai terasa bergoyang. Saya kemudian memberi tahu orang-orang yang berada di belakang karena merasa jembatan sudah tidak stabil,” ujar Citra saat ditemui wartawan.
Citra bahkan sempat menoleh ke belakang dan memberikan instruksi agar massa mundur. Ia khawatir kondisi jembatan semakin membahayakan jika orang-orang terus bergerak ke tengah.
“Saya menoleh ke belakang untuk meminta mereka mundur, saya sudah memberikan instruksi, ‘Mundur, mundur,'” katanya.
Namun, peringatan tersebut belum sempat membuat seluruh orang meninggalkan jembatan. Tidak lama kemudian, seling atau kabel baja penahan di sisi kanan jembatan tiba-tiba putus.
Putusnya seling membuat struktur jembatan langsung berubah posisi. Lantai jembatan menjadi miring sehingga orang-orang yang berada di atasnya kehilangan keseimbangan dan terpental.
Citra yang berada di sisi kiri jembatan turut terlempar. Ia mengaku tubuhnya ikut bergulung bersama bagian konstruksi jembatan hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
“Tidak lama setelah itu, salah satu bagian jembatan patah, tepatnya seling di sisi kanan. Posisi saya berada di sebelah kiri. Akibatnya jembatan miring dan orang-orang terpental, termasuk saya,” tutur Citra.
Saat tersadar, kondisi Citra sudah berada di bawah dan sebagian tubuhnya tersangkut pada rangka jembatan di sisi kanan. Dalam keadaan tersebut, ia berusaha bertahan agar tidak terjatuh ke dasar sungai.
Citra kemudian memegang pelat besi yang berada di bagian tengah pijakan kayu jembatan. Pegangan tersebut digunakannya untuk mempertahankan posisi tubuh di tengah kondisi jembatan yang telah ambrol.
“Yang saya ingat hanya semuanya terasa seperti bergulung-gulung, saya sempat tidak sadar,” ujarnya.
Proses penyelamatan kemudian dilakukan dari sekitar lokasi. Camat Cidulang yang berada di tempat kejadian langsung membantu menarik Citra dari rangka jembatan.
“Saya memegang pelat yang berada di bagian tengah pijakan. Sebagian tubuh saya tersangkut di rangka jembatan sebelah kanan. Setelah itu, saya ditarik oleh Pak Camat Cidulang,” kata Citra.
Citra akhirnya berhasil dibawa ke jalan di sekitar jembatan dalam keadaan selamat. Ia mengaku sempat mengalami syok setelah insiden tersebut.
“Beliau membantu saya naik ke jalan di pinggir jembatan,” ujarnya.
Peristiwa itu pun mengakhiri agenda peresmian Jembatan Pongpet yang semula berlangsung dalam suasana meriah. Citra bersyukur dapat dievakuasi setelah sempat terpental dan kehilangan kesadaran ketika jembatan ambrol.