Pembalap tim Aprilia, Jorge Martin, mengaku tidak menyangka alias merasa “gila” karena masih mampu memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026. Padahal, pembalap asal Spanyol tersebut menilai dirinya masih dalam tahap penyesuaian dan mempelajari karakteristik motor barunya.
Usai mengemas kemenangan ganda di Le Mans beberapa waktu lalu, statistik Martin memang sedikit melambat. Dari 16 balapan terakhir, ia tercatat hanya meraih satu kemenangan di sesi Sprint, serta harus pulang tanpa membawa piala podium pada akhir pekan lalu di GP Aragon.
Kendati demikian, Martin tetap optimistis performa terbaiknya bersama Aprilia akan segera memuncak untuk meladeni gempuran Marc Marquez dan Ducati dalam perebutan gelar juara dunia.
Meski sempat absen di Aragon tahun lalu akibat cedera, Martin enggan menjadikannya sebagai dalih atas raihan dua kali finis di posisi kelima pekan ini.
“Itu bukan alasan, karena ada beberapa trek yang tidak saya jalani tahun lalu tapi saya tetap bisa melaju kencang,” tutur Jorge Martin dikutip dari MotoGP.com. “Saya memang kesulitan di sini. Kami mencoba menjaga semuanya tetap sederhana tanpa banyak mengubah setelan motor. Namun, hari ini saya benar-benar butuh dorongan ekstra.”
Bahkan rekan setimnya, Marco Bezzecchi—yang digadang-gadang menjadi favorit di Aragon—juga mengalami kesulitan serupa saat balapan berlangsung.
“Ini bagian dari dinamika kejuaraan. Di beberapa balapan Aprilia tampil sangat kuat, tetapi di balapan lain kami merosot. Yang terpenting adalah terus belajar, membangun kecepatan dan kepercayaan diri, lalu menatap seri berikutnya dengan optimistis,” tambahnya.
Menatap Misano dan Ancaman Poin Marc Marquez
Peluang bagi Martin untuk bangkit terbuka lebar pada seri berikutnya di Sirkuit Misano. Karakteristik lintasan tersebut dinilainya sangat cocok dengan gaya balapnya serta performa motor RS-GP.
“Misano adalah trek yang sangat saya sukai dengan tingkat cengkeraman (grip) yang tinggi. Bersama Aprilia dan gaya balap saya, saya yakin kami bisa bangkit dan kembali melaju kencang,” tegasnya.
Martin, yang menguasai puncak klasemen sejak GP Assen, kini mengantongi keunggulan 19 poin atas Marc Marquez serta 24 poin atas Marco Bezzecchi. Secara matematis, persaingan di Misano berpotensi mengubah peta kepemimpinan klasemen secara drastis.
“Saya melihat Marco dan Marc adalah rival utama saya dalam perebutan gelar juara dunia tahun ini,” tutur Martin. “Rasanya sangat luar biasa, bahkan saat masih dalam proses belajar, saya masih ada di posisi teratas. Ini gila dan saya sangat senang.”
Menghadapi sisa seri musim ini, Martin menegaskan kesiapannya mempertahankan takhta pimpinan klasemen meski Marquez terus memangkas jarak.
“Bahkan jika Marc berhasil mendekat, saya yakin bisa mempertahankan posisi puncak ini. Ada beberapa trek favorit yang sangat menguntungkan saya ke depan. Semua pelajaran dari 14 balapan awal ini akan jadi modal berharga untuk terus bertarung di barisan depan,” pungkasnya.