Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengungkapkan kendala aneh yang memangkas potensinya pada balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano. Juara dunia 2021 tersebut dipaksa bertarung melawan krisis bahan bakar yang tak terduga sejak awal bendera start dikibarkan.
Meskipun harus mengawali balapan dari posisi ke-13, Quartararo berhasil melakukan penetrasi hingga finis di urutan ke-10. Namun, ia menyayangkan kendala teknis pada sistem BBM yang menghalanginya menembus jajaran enam besar.
“Posisi kami sebenarnya tidak jauh dari P6. Namun, kami mengalami banyak sekali kesulitan terkait bahan bakar sepanjang balapan, dan saya tidak tahu pasti penyebabnya. Lampu indikator di dasbor menyala tidak beraturan dan membuat saya cukup bingung,” ungkap Quartararo usai balapan.
Dipaksa Gunakan Pemetaan Mesin Terlemah Demi Selamatkan Bensin
Situasi kian mendesak ketika sistem elektronik motor YZR-M1 miliknya terus memberikan sinyal peringatan bahwa pasokan bahan bakar tidak akan cukup untuk menyentuh garis finis.
Kondisi tersebut memaksa El Diablo menurunkan daya mesin ke tingkatan paling irit—yaitu Map 3—sehingga membuat laju motornya sangat lambat di trek lurus.
“Lampu indikator terus berada di zona merah, artinya situasi sangat buruk. Sejak awal saya tidak bisa menggunakan seluruh potensi tenaga motor. Di trek lurus saya terasa sangat lambat,” jelasnya.
Meski harus membalap dengan tenaga mesin yang terdistorsi, Quartararo tetap mampu mencatatkan lap time yang tergolong kompetitif di kisaran 1 menit 31,7 detik hingga 1 menit 31,8 detik.
“Bahkan dengan pemetaan mesin Map 3 yang paling lemah, indikator merah itu tidak pernah mati. Secara teori, jika lampu tetap merah Anda tidak akan bisa menyelesaikan balapan. Dan benar saja, bahan bakar saya benar-benar habis tepat saat motor masuk ke lorong pit lane,” tambahnya.
Kecemasan Menatap Sirkuit Boros Bahan Bakar di Austria
Masalah yang dialami Yamaha terasa kian ganjil mengingat tiga pebalap terdepan—Marc Marquez, Alex Marquez, dan Pedro Acosta—mengonfirmasi tidak mengalami kendala konsumsi bahan bakar sedikit pun di Sirkuit Misano.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi Quartararo jelang seri berikutnya di Red Bull Ring, Austria. Sirkuit tersebut dikenal memiliki karakter stop-and-go ekstrem yang menuntut konsumsi bahan bakar jauh lebih tinggi dibanding Misano.
“Sangat aneh, saya tidak menyangka akan mengalami masalah bensin separah ini di Misano karena biasanya ini bukan trek yang bermasalah bagi kami. Meringat karakter lintasannya, balapan di Austria nanti dipastikan akan jauh lebih sulit,” pungkas pebalap asal Prancis tersebut.