Menandai perjalanan usianya yang ke-18 tahun, organisasi sayap perempuan Partai Gerindra, Perempuan Indonesia Raya (PIRA), menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesehatan reproduksi perempuan. Melalui tema “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat”, PIRA menggelar sosialisasi pencegahan kanker serta layanan pemeriksaan Pap Smear gratis di Jakarta pada Jumat (2/10/2026).
Ketua Umum PP PIRA yang juga legislator DPR RI, Novita Wijayanti, menekankan bahwa kesehatan perempuan merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
“Delapan belas tahun perjalanan PIRA adalah bukti konsisten kami dalam memperjuangkan hak dan kualitas hidup perempuan Indonesia. Perempuan adalah tiang keluarga, madrasah pertama bagi anak-anak, sekaligus penopang utama kehidupan rumah tangga. Karena itu, menjaga kesehatan perempuan berbanding lurus dengan menjaga kekuatan keluarga,” tegas Novita.
Ancaman Nyata Kanker Serviks dan Payudara di Indonesia
Pentingnya agenda deteksi dini ini bukan tanpa alasan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan gambaran yang sangat memprihatinkan:
-
Kanker Serviks: Setiap tahunnya, sekitar 36.000 perempuan Indonesia terdiagnosis kanker serviks, dengan angka kematian mencapai 21.000 jiwa. Artinya, hampir 3 dari 5 pasien kanker serviks meninggal dunia.
-
Kanker Payudara: Menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 65.000 hingga 68.000 kasus baru per tahun dengan angka kematian melebihi 22.000 jiwa. Ironisnya, sekitar 70 persen pasien baru memeriksakan diri saat sudah memasuki stadium lanjut.
Melihat fakta medis tersebut, Novita mendorong para perempuan untuk menghilangkan rasa canggung atau takut dalam mendeteksi indikasi penyakit sejak awal.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kanker serviks, misalnya, sangat mungkin dicegah dan ditangani secara efektif apabila terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan rutin seperti Pap Smear. Jangan pernah ragu untuk menyayangi diri sendiri, karena menjaga kesehatan adalah bentuk kasih sayang tertinggi bagi keluarga,” imbaunya.
Membangun Kesadaran Pola Hidup Sehat Berkelanjutan
Narasumber dari Yayasan Kanker Indonesia (YPKi), Afina Putri Indriani, S.Keb., Bdn., menambahkan bahwa kunci utama menekan angka kematian akibat kanker adalah edukasi yang intensif agar masyarakat mau memeriksakan diri tanpa menunggu gejala berat.
“Pemeriksaan kesehatan tidak boleh dipandang sebagai hal yang menakutkan. Justru dengan mengetahui kondisi lebih awal, peluang penanganan medis yang tepat jauh lebih besar. Kami berharap kesadaran menjaga kesehatan reproduksi ini menjadi gaya hidup rutin, bukan sekadar respons terhadap acara seremonial,” terang Afina.
Dukungan penuh juga disampaikan Pembina PP PIRA, Rani D. Sutrisno. Ia berharap di bawah kepemimpinan Novita Wijayanti, PIRA terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat luas secara berkelanjutan.