JAKARTA – Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, akhirnya kembali ke pangkalan di San Diego, California, pada Kamis (8/10/2026) waktu setempat. Kepulangan ini mengakhiri penugasan selama 321 hari yang membawa ribuan personel militer beroperasi di kawasan Indo-Pasifik hingga Timur Tengah.
Kapal tersebut kembali bersama sekitar 4.500 pelaut dan anggota Korps Marinir. Kedatangan mereka disambut keluarga serta kerabat yang telah menunggu di dermaga setelah berbulan-bulan terpisah.
Mengutip laporan CBS News dan USNI News, kepulangan USS Abraham Lincoln menjadi penutup salah satu penugasan panjang dalam sejarah operasi kapal induk Angkatan Laut AS. Selama perjalanan tersebut, kapal ini juga menjalani 265 hari berturut-turut di laut tanpa kunjungan pelabuhan.
Disambut Keluarga Setelah Berbulan-bulan Bertugas
Suasana haru mewarnai kedatangan USS Abraham Lincoln di San Diego. Ratusan keluarga dan kerabat berkumpul untuk menyambut para personel yang kembali setelah hampir 11 bulan menjalankan tugas.
Sejumlah pelaut terlihat berdiri di geladak ketika kapal mendekati dermaga. Setelah diizinkan turun dari posisi masing-masing, mereka melambaikan tangan dan menghubungi keluarga melalui telepon seluler.
Bagi sebagian keluarga, momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul setelah menjalani masa penantian panjang. Lamanya penugasan membuat kepulangan kapal ini menjadi momen penting bagi ribuan personel dan orang-orang terdekat mereka.
Sempat Beroperasi di Timur Tengah
USS Abraham Lincoln mulai menjalankan penugasan pada November 2025. Dalam perjalanan tersebut, kapal induk beserta gugus tugas pengawalnya beroperasi di kawasan Indo-Pasifik dan menghabiskan sebagian besar masa penugasannya di Timur Tengah.
Kehadiran kapal ini berkaitan dengan operasi militer AS di kawasan tersebut, termasuk konflik yang melibatkan Iran. Gugus tugas USS Abraham Lincoln meninggalkan kawasan Timur Tengah pada Agustus 2026 untuk memulai perjalanan kembali menuju San Diego.
Dalam perjalanan pulang, gugus tugas tersebut sempat singgah di Thailand dan Guam. USS George Washington, kapal induk AS yang berpangkalan di Jepang, kemudian mengambil alih penugasan di kawasan Timur Tengah.
Penugasan Panjang Disorot karena Kondisi Awak
Di balik keberhasilan menyelesaikan penugasan, kondisi kehidupan awak kapal turut menjadi perhatian. Selama kapal beroperasi dalam waktu panjang, muncul laporan mengenai keterbatasan pasokan kebutuhan sehari-hari dan persoalan pada sistem saluran air.
Keluarga personel juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kesehatan mental para awak yang harus menjalani penugasan berkepanjangan jauh dari rumah.
Sejumlah anggota Kongres AS mendesak Angkatan Laut memberikan penjelasan lebih lanjut terkait laporan tersebut. Sementara itu, pihak Pentagon membela kondisi di kapal dan menyoroti kemampuan para personel dalam menjalankan misi.
Catatan Penting dalam Sejarah Penugasan Kapal Induk
Durasi 321 hari membuat penugasan USS Abraham Lincoln termasuk yang terpanjang dalam beberapa dekade terakhir. Meski demikian, kapal ini bukan pemegang rekor penugasan terlama secara keseluruhan.
Menurut USNI News, gugus tugas kapal induk USS Gerald R. Ford sebelumnya menjalani penugasan selama 326 hari pada periode 2025–2026.
Kepulangan USS Abraham Lincoln sekaligus menandai berakhirnya periode panjang bagi ribuan personel yang terlibat. Selain menjadi momen reuni dengan keluarga, pengalaman tersebut kembali menyoroti tantangan logistik dan kesejahteraan awak dalam penugasan militer berkepanjangan.