JAKARTA – Pemandangan jalanan di Eropa cukup berbeda dibandingkan Indonesia. Jika sepeda motor menjadi kendaraan andalan banyak masyarakat Indonesia untuk beraktivitas sehari-hari, di sejumlah kota Eropa, masyarakat lebih sering mengandalkan mobil, transportasi umum, sepeda, hingga berjalan kaki.
Perbedaan tersebut tidak terjadi tanpa alasan. Kondisi cuaca, ketersediaan transportasi publik, pertimbangan keselamatan, hingga biaya kepemilikan kendaraan turut memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan sepeda motor.
Meski begitu, bukan berarti sepeda motor tidak populer di Eropa. Data industri otomotif menunjukkan kendaraan roda dua masih memiliki pasar besar di sejumlah negara di kawasan tersebut.
1. Transportasi Umum dan Sepeda Menjadi Pilihan
Salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan sepeda motor adalah tersedianya alternatif transportasi untuk mobilitas harian.
Di kota-kota seperti Paris, Berlin, dan Amsterdam, masyarakat dapat memanfaatkan kereta, bus, trem, maupun sepeda untuk mencapai berbagai tujuan. Infrastruktur tersebut membuat sebagian orang tidak harus bergantung pada kendaraan pribadi untuk bepergian.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah di Asia, termasuk Indonesia, yang masyarakatnya banyak menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bagi sebagian pengendara di Eropa, sepeda motor juga digunakan untuk perjalanan rekreasi atau kegiatan akhir pekan, bukan semata-mata sebagai kendaraan utama untuk bekerja.
2. Faktor Keselamatan dan Persyaratan SIM
Keselamatan turut menjadi pertimbangan dalam penggunaan kendaraan roda dua. Berbeda dengan mobil, sepeda motor memberikan perlindungan fisik yang lebih terbatas ketika terjadi kecelakaan.
European Road Safety Observatory, lembaga observasi keselamatan jalan di bawah Komisi Eropa, menjelaskan bahwa pengendara sepeda motor memiliki risiko cedera yang serius ketika mengalami kecelakaan.
Risiko tersebut mendorong pentingnya penggunaan helm, perlengkapan pelindung, serta pelatihan berkendara yang memadai.
Aturan untuk memperoleh surat izin mengemudi sepeda motor juga berbeda menurut kategori kendaraan dan ketentuan masing-masing negara. Di Uni Eropa, sistem perizinan mengenal beberapa kategori berdasarkan kapasitas dan tenaga kendaraan serta usia pengendara.
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pengendara dan mengurangi risiko kecelakaan.
3. Cuaca Dingin Membatasi Penggunaan Motor
Cuaca menjadi faktor lain yang dapat memengaruhi kenyamanan berkendara. Sejumlah wilayah Eropa mengalami musim dingin dengan suhu rendah, hujan, bahkan salju.
Kondisi jalan yang licin akibat es dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali ketika mengendarai sepeda motor. Pengendara juga lebih terpapar udara dingin dan perubahan cuaca dibandingkan pengguna mobil.
Karena itu, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan musim dingin cukup berat, sepeda motor mungkin tidak selalu menjadi pilihan praktis sepanjang tahun.
Namun, pengaruh cuaca tidak sama di seluruh Eropa. Negara-negara dengan iklim lebih hangat memiliki kondisi yang berbeda dan dapat menunjukkan tingkat penggunaan sepeda motor yang lebih tinggi.
4. Biaya Kepemilikan dan Kebijakan Lingkungan
Biaya kendaraan juga dapat memengaruhi keputusan masyarakat. Selain harga pembelian, pemilik kendaraan perlu memperhitungkan pajak, asuransi, perawatan, dan biaya parkir.
Di sejumlah kota besar, pembatasan kendaraan serta kebijakan pengendalian emisi juga memengaruhi pilihan transportasi masyarakat. Meski demikian, ketentuan tersebut berbeda-beda di setiap kota dan tidak dapat disamaratakan sebagai larangan sepeda motor di seluruh Eropa.
Kebijakan lingkungan umumnya bertujuan mengurangi polusi dan mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih berkelanjutan.
Sepeda Motor Tetap Memiliki Pasar Besar di Eropa
Data European Association of Motorcycle Manufacturers (ACEM) menunjukkan bahwa pasar sepeda motor di Eropa masih cukup besar.
Pada 2025, pendaftaran sepeda motor baru di lima pasar utama Eropa, yakni Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris, mencapai sekitar 1,003 juta unit. Angka tersebut turun 12,9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 1,151 juta unit.
Meski mengalami penurunan tahunan, ACEM mencatat pendaftaran sepeda motor di lima negara tersebut masih meningkat 14,7 persen dibandingkan periode sebelum pandemi pada 2019.
Sementara itu, European Road Safety Observatory mencatat bahwa sepeda motor dan moped relatif lebih populer di Eropa Selatan. Yunani, misalnya, memiliki tingkat kepemilikan sekitar 100 sepeda motor dan 150 moped per 1.000 penduduk dalam data yang dipublikasikan lembaga tersebut.
Data itu memperlihatkan bahwa penggunaan sepeda motor di Eropa tidak bisa digambarkan secara seragam. Preferensi kendaraan masyarakat dipengaruhi oleh kondisi geografis, sistem transportasi, cuaca, dan kebutuhan mobilitas di setiap negara.
Dengan demikian, sepeda motor bukan berarti tidak diminati di Eropa. Kendaraan roda dua tetap digunakan untuk kebutuhan transportasi maupun rekreasi, tetapi perannya dalam mobilitas sehari-hari berbeda-beda dibandingkan negara-negara yang menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan utama.