Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, membeberkan instruksi dan arahan tegas Presiden Prabowo Subianto usai dipanggil ke Istana Negara terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian mengganggu stabilitas nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla tidak boleh lagi bersifat parsial, melainkan harus dilakukan secara masif, terukur, dan dieksekusi detik itu juga tanpa perlu menunggu datangnya musim hujan.
Eskalasi Operasi Udara: Dari Pesawat Cassa Naik Kelas ke Hercules
Guna mempercepat pemadaman dari udara, Kepala Negara memerintahkan Panglima TNI untuk memperluas jangkauan dan kapasitas teknologi modifikasi cuaca (TMC) serta penyemaian dry ice.
“Bapak Presiden menyampaikan bahwa penanganan Karhutla ini harus betul-betul masif. Jika sebelumnya penyemaian dry ice menggunakan pesawat Cassa, tadi diperintahkan langsung untuk ditingkatkan menggunakan pesawat C-130 Hercules. Ini artinya kita menggelar operasi udara berskala besar,” jelas Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Selain gempuran dari udara, strategi pemadaman darat juga dilipatgandakan. Presiden memerintahkan mobilisasi personel secara penuh yang melibatkan benteng gabungan dari berbagai unsur yaitu prajurit TNI dan anggota Polri, petugas Dinas Kehutanan (Dishut) dan instansi teknis serta masyarakat Peduli Api (MPA) serta relawan lokal
“Pengerahan pasukan harus lebih masif, terukur, dan dilaksanakan dengan segera karena situasi Karhutla ini sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Menko Polkam.
Penegakan Hukum: Sejumlah Korporasi Resmi Jadi Tersangka
Di samping upaya pemadaman fisik, pemerintah juga mengambil tindakan hukum tegas terhadap dalang di balik pembakaran lahan. Menko Polkam mengonfirmasi bahwa kepolisian telah mengantongi nama-nama entitas bisnis yang bertanggung jawab atas bencana lingkungan ini.
“Ada beberapa korporasi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini dalam proses penyidikan. Mengenai detail dan rinciannya, nanti Bapak Kapolri yang akan menyampaikan secara langsung kepada publik,” ujar Dudung.
Tantangan Lahan Gambut dan Imbauan Menko Polkam
Menko Polkam menggarisbawahi bahwa menjinakkan api di lahan gambut memerlukan teknik dan perjuangan ekstra berat yang tidak bisa diselesaikan dalam sekejap. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk memberi kepercayaan penuh kepada aparat yang bertaruh nyawa di lapangan.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Penanganan Karhutla ini tidak mudah, terutama di wilayah lahan gambut. Kami imbau masyarakat jangan mudah termakan isu-isu yang seakan-akan pemerintah tidak bekerja. Prajurit TNI, Polri, dan tim gabungan terus bekerja keras di lapangan. Kami mohon doa agar masalah ini segera tuntas,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Dudung menegaskan kembali pesan paling krusial dari Kepala Negara yang menekankan bahwa keselamatan publik adalah hukum tertinggi.
“Bapak Presiden menyampaikan dengan sangat keras: jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat! Beliau meminta penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras dan komitmen penuh,” pungkas Dudung.