Duka mendalam kembali menyelimuti Garda Terdepan penanganan bencana lingkungan di Jawa Timur. Munawi (44), petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dinyatakan gugur usai menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya, Senin (19/10/2026).
Munawi mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.55 WIB akibat luka bakar serius hingga 51 persen yang dideritanya saat bertaruh nyawa memadamkan kobaran api di tebing terjal kawasan Gunung Bromo.
Gugurnya Munawi menambah panjang daftar pahlawan lingkungan yang tewas dalam Tragedi Karhutla Bromo menjadi lima orang.
Kronologi Medis: Gagal Organ Multipel dan Syok
Sebelum berpulang, Munawi sempat menjalani tindakan operasi penanganan luka bakar pada Kamis (15/10/2026). Namun, akibat paparan panas ekstrem dan risiko infeksi tinggi di area luar tubuh yang mencapai 51 persen, kondisi almarhum mengalami penurunan drastis disertai komplikasi gagal organ multipel.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, membeberkan bahwa tim medis ICU telah mengupayakan resusitasi maksimal sebelum pasien dinyatakan meninggal di hadapan keluarga.
“Pasien telah dilakukan cuci luka dan penanganan intensif, namun kondisi pasien mengalami perburukan berupa tekanan darah yang terus drop (syok) serta detak jantung tidak teraba. Tim medis telah melakukan resusitasi pijat jantung, namun pasien tidak memberikan respons perbaikan,” terang Niken.
Duka Pemprov Jatim dan Penghormatan Terakhir
Meninggalnya almarhum memicu belasungkawa dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas pengorbanan para petugas yang gugur demi melindungi masyarakat dan ekosistem Bromo.
“Kami turut berduka cita setinggi-tingginya atas gugurnya petugas dalam menjalankan tugas mulia melindungi masyarakat dan alam. Tadi memang kondisi almarhum sempat kritis karena luka bakar di atas 50 persen,” ungkap Emil.
Jenazah Munawi diberangkatkan dari RSUD Dr. Soetomo sekitar pukul 17.15 WIB dengan pengawalan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo menuju rumah duka di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Daftar 5 Korban Jiwa Tragedi Bromo dan 1 Masih Kritis
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarief, mengenang almarhum Munawi sebagai sosok paling aktif dan pemberani yang tak ragu merangkak di tebing terjal demi mengejar titik api.
Dengan gugurnya Munawi, berikut adalah daftar lima pahlawan penanganan Karhutla Bromo yang tewas dalam tugas:
-
Sukaris (55) – Petugas Balai Besar TNBTS
-
Hendra Rony Wagiyanata (33) – Petugas Balai Besar TNBTS
-
Wisnu Yuda Pratama (25) – Relawan (Karyawan Hotel)
-
Sefriel Ardiansyah (19) – Relawan (Karyawan Hotel)
-
Munawi (44) – Petugas Balai Besar TNBTS
Sementara itu, perjuangan medis masih harus berlanjut bagi Suraji (44), petugas pemadam lain yang saat ini masih bertaruh nyawa di ruang ICU akibat menderita luka bakar sekitar 49 persen.
Oemar mengonfirmasi bahwa kendati titik api utama di kawasan Bromo telah berhasil dipadamkan, BPBD dan petugas gabungan masih melakukan pemantauan ketat di area rawan mengingat medan yang terjal serta hembusan angin kencang yang sewaktu-waktu dapat memicu kobaran api susulan.