JAKARTA – Masa depan Bronny James bersama Los Angeles Lakers mulai dipertanyakan setelah kembali tidak dimainkan saat timnya mengalahkan LA Clippers 103-87.
Meski Lakers kehilangan Luka Doncic dan tiga pemain lainnya, pelatih JJ Redick tetap tidak memberikan kesempatan kepada Bronny.
Dari 11 pemain yang tersedia, Redick menurunkan sembilan pemain, termasuk Jaden Hardy yang mendapatkan waktu bermain sembilan menit.
Situasi ini menunjukkan posisi Bronny semakin terpinggirkan, terutama setelah Hardy mulai mengunggulinya dalam persaingan rotasi.
Statistik Bronny Belum Meyakinkan
Mengutip Lake Show Life, Jumat (30/10/2026), penampilan buruk selama pramusim menjadi salah satu faktor yang membuat Bronny kesulitan mendapatkan kepercayaan pelatih.
Dalam lima pertandingan, pemain berusia 22 tahun itu hanya mencatat rata-rata 2,2 poin, 2,8 assist, 2,4 rebound, dan 2,4 turnover dalam 16,4 menit.
Akurasi tembakannya juga hanya 25 persen, termasuk satu tembakan tiga angka dari delapan percobaan.
Catatan tersebut memperlihatkan Bronny masih perlu meningkatkan kemampuan mencetak angka, mengatur serangan, dan mengambil keputusan.
Masa Depan Bronny Terancam
Redick bahkan lebih memilih Jarred Vanderbilt yang memiliki kemampuan bertahan dibandingkan memberikan kesempatan kepada Bronny.
Kondisi ini membuat peluang putra LeBron James tersebut mendapatkan menit bermain semakin kecil, termasuk ketika Lakers unggul jauh atas lawannya.
Kontrak Bronny untuk musim berikutnya juga belum dijamin, sehingga posisinya di Lakers masih berpotensi berubah.
Lakers bisa mempertimbangkan pertukaran pemain atau melepas Bronny jika perkembangannya tidak sesuai harapan.
Untuk mempertahankan tempatnya, Bronny harus meningkatkan akurasi tembakan, kemampuan playmaking, pertahanan, dan konsistensi permainan.***