Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, menguasai jalannya sesi latihan bebas pertama (FP1) GP Meksiko 2026 yang diwarnai aksi 10 pembalap rookie. Leclerc mencatatkan waktu tercepat di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez setelah membukukan keunggulan 0,659 detik atas calon juara dunia F1 musim ini asal tim Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, yang menggunakan ban kompon soft.
Sesi FP1 kali ini menjadi panggung ujian unik. Antonelli sendiri hanya membutuhkan hasil finis di posisi sembilan besar pada balapan Minggu untuk secara matematis mengunci gelar juara dunia F1 pertamanya.
Sementara itu, pembalap cadangan Mercedes, Frederik Vesti, tampil memukau sebagai pembalap muda tercepat di urutan ketiga (+0,7 detik) saat menggantikan posisi George Russell. Di sisi lain, Lewis Hamilton gagal mengukir catatan waktu kompetitif akibat melebar di sektor ikonik Stadium Section, yang membuat posisinya melorot jauh di belakang rekan setimnya.
Eksperimen Ferrari dan Masalah Teknis Para Rookie
Ferrari menjadi satu-satunya tim yang tidak menurunkan pembalap rookie di FP1. Kondisi ini dimanfaatkan Hamilton untuk menguji sejumlah eksperimen setelan pada mobil SF-26 miliknya.
Banyaknya pembalap muda yang turun serta kondisi lintasan yang masih “hijau” dan minim grip membuat peta persaingan FP1 sulit dijadikan acuan mutlak:
-
Ayumu Iwasa tampil meyakinkan di posisi kelima untuk Red Bull, membawahi Pierre Gasly (Alpine), Fernando Alonso (Aston Martin), dan Oscar Piastri (McLaren).
-
Ollie Bearman (Haas) dan Arvid Lindblad (Racing Bulls) melengkapi sepuluh besar. Namun, mobil Haas milik Bearman terlihat mengeluarkan asap saat didorong kembali ke garasi akibat masalah komponen yang patah.
Ketiadaan keberuntungan juga dialami Isack Hadjar yang tertahan di posisi ke-11 akibat kendala power unit pada mobil Red Bull-nya.
Debut Sengit dan Kepastian Superlicence Colton Herta
Beberapa nama muda lain turut mencuri perhatian dalam debut latihan bebas mereka:
-
Nikola Tsolov (Racing Bulls) mengamankan posisi ke-12 meski sempat mengeluhkan masalah kram kaki di menit-menit akhir. Pembalap binaan Red Bull ini berambisi menjadi pembalap utama F1 pertama asal Bulgaria pada 2027.
-
Freddie Slater mengalami sesi debut yang berat bersama Audi akibat kendala mekanis yang membatasi aksinya hanya dalam 14 lap (posisi ke-21).
-
Colton Herta mengakhiri sesi di posisi buncit (ke-22) bersama Cadillac. Kendati demikian, sesi FP1 kelimanya musim ini resmi memastikan dirinya mengantongi 40 poin Superlicence yang dibutuhkan untuk membalap di F1.
Hasil ini membuka jalan lebar bagi Herta untuk melakoni debut penuh pada musim 2027, di mana manajemen Cadillac tengah mempertimbangkan opsi untuk menggantikan Valtteri Bottas dengan pembalap asal Amerika Serikat tersebut.