Pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada timnya atas reaksi emosional yang ia tunjukkan saat insiden kekacauan pit stop pada sesi Sprint Race GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10/2026).
Insiden berawal ketika Miller, yang mengawali balapan dari posisi ke-17, mengambil perjudian berani dengan masuk ke pitlane begitu mendapati titik-titik air hujan mulai membasahi bagian lintasan. Namun, alih-alih disambut dengan persiapan matang, motor kedua Yamaha YZR-M1 milik Miller justru belum siap sama sekali, lengkap dengan ban basah yang belum terpasang.
Situasi tersebut memicu amarah Miller di depan garasi. Pembalap asal Australia itu tak mampu menyembunyikan kekecewaannya di hadapan jajaran kru dan Crew Chief Giacomo Guidotti, sebelum akhirnya menyadari balapannya telah berakhir lebih awal.
“Itu Murni Keputusan Saya”: Pengakuan Jujur Miller
Mengulas balik keputusannya, Miller mengakui bahwa langkah spekulatif tersebut murni atas inisiatif pribadinya saat melihat kondisi cuaca di lapangan.
“Kesalahan itu ada pada saya. Saya melihat tetesan air hujan di Tikungan 5 dan 6, lalu berlanjut ke Tikungan 7 hingga 10. Mengingat posisi kami saat itu tertahan di urutan ke-17 dan peluang meraih poin sangat tipis, saya pikir ini perjudian yang layak diambil,” ungkap Miller.
Namun, skenario cerdas dalam pikirannya buyar akibat perbedaan pemahaman (miskomunikasi) soal waktu penyiapan motor kedua dengan tim.
“Sebelum balapan, saya memang meminta motor kedua disiapkan. Tetapi ada perbedaan persepsi; saya mengira motor sudah siap serta-merta, sementara tim mengira mereka masih punya waktu 4 sampai 5 lap lagi. Ketika saya sampai dan melihat ban belum dipasang, saya tahu balapan saya selesai,” tambahnya.
“Saya sudah meminta maaf atas reaksi kasar saya setelahnya. Saat Anda masuk ke pit, adrenalin balapan masih tinggi. Namun sayangnya perjudian itu tidak membuahkan hasil,” tegas pembalap bernomor 43 tersebut.
Respons Bos Pramac Yamaha: Evaluasi Kedua Belah Pihak
Direktur Tim Pramac Yamaha, Gino Borsoi, menyayangkan kesalahpahaman yang terjadi di momen krusial tersebut. Ia menilai baik pembalap maupun tim sama-sama memiliki andil dalam kekacauan di pitlane.
“Sangat disayangkan ada kebingungan saat pit stop Jack. Kami sedang menyiapkan motor kedua untuk kondisi basah dan sebenarnya baru akan siap satu lap kemudian. Jack mungkin terlalu terburu-buru mengambil risiko saat melihat hujan, sementara kami dari pihak tim mungkin bisa bertindak sedikit lebih cepat,” terang Borsoi.
Perjudian Miller pada akhirnya terbukti tidak membuahkan hasil. Walaupun hujan turun makin deras di akhir balapan—hingga memicu pembalap lain seperti Joan Mir dan Maverick Viñales ikut masuk pit—hujan lebat yang dinantikan untuk membalikkan keadaan baru benar-benar mengguyur Sepang setelah bendera chequered flag dikibarkan.