JAKARTA – Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri telah memastikan bahwa mereka telah bekerja sama dengan otoritas Thailand untuk mengejar Fredy Pratama, seorang gembong narkotika yang dikabarkan bersembunyi di Thailand.
Irjen Krishna Murti, Kepala Divisi Hubinter Polri, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengejar Fredy Pratama masih terus berlanjut, terutama karena ada indikasi bahwa dia telah melarikan diri ke Thailand.
“Kami terus berusaha untuk menemukan tokoh utama yang telah disebutkan, dengan bantuan penuh dari otoritas Thailand,” kata Krishna di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (26/9/2023).
Krishna menjelaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Thailand dalam hal ini merupakan hasil dari kesepakatan yang dicapai saat ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) +3 ke-17, yang diadakan di Labuan Bajo.
“Ini adalah hasil konkret dari kerja sama internasional yang telah dibangun oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) saat ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime di Labuan Bajo beberapa waktu lalu. Kami terus mengembangkan kerja sama, termasuk kerja sama polisi ke polisi, dan peran yang dimainkan oleh kepolisian dan imigrasi Thailand sangatlah penting,” tambah Krishna.
Sementara itu, Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) masih terus berusaha untuk menangkap anggota jaringan narkoba yang terkait dengan Fredy Pratama. Operasi ini dikenal dengan nama sandi ‘Escobar’.
Sejak dimulai pada bulan Mei 2023, operasi ini telah berhasil menahan 39 orang. Selain itu, sebanyak 10,2 ton sabu telah disita sebagai barang bukti dalam operasi tersebut.