Kembalinya Christian Horner ke paddock Formula 1 di GP Inggris setelah setahun didepak dari posisinya sebagai bos Red Bull Racing, langsung memicu sorotan tajam kamera. Namun, pemandangan yang paling dinanti publik—yaitu reuni antara Horner dan juara dunia empat kali, Max Verstappen—justru tidak terjadi sepanjang akhir pekan di Silverstone.
Banyak pihak berspekulasi adanya ketegangan baru di antara keduanya. Menanggapi desas-desus tersebut, Verstappen langsung angkat bicara dan menegaskan bahwa tidak ada permusuhan tersembunyi di antara mereka. Alasan utamanya murni karena masalah waktu yang sangat padat.
“Saya sebenarnya mengobrol dengan Christian hampir setiap minggu. Saya sempat melihatnya di monitor kamera sedang berjalan-jalan di sekitar paddock, tapi sejujurnya saya sama sekali tidak punya waktu untuk menemui siapa pun minggu ini. Jadwal balapan sangat sibuk,” ungkap Verstappen, Minggu (5/7/2026).
Masih Sering Teleponan, Layaknya Sahabat Lama
Meski Horner telah diberhentikan oleh manajemen Red Bull sejak Juli tahun lalu, Verstappen mengakui hubungan personal mereka tidak pernah putus. Ketika didesak oleh jurnalis mengenai apa saja yang mereka bicarakan dalam obrolan mingguan tersebut, pembalap asal Belanda ini menjawab santai.
“Ya, kami mengobrol biasa. Seperti halnya pembicaraan yang Anda lakukan dengan teman-teman Anda, atau dengan orang-orang yang sudah lama Anda kenal dalam hidup Anda,” kata Verstappen.
Titik Terendah Verstappen: Mobil Red Bull Mulai “Super Berbahaya”
Absennya Verstappen untuk menemui Horner tampaknya juga dipicu oleh situasi internal Red Bull yang sedang membara. Tepat satu tahun pasca-pemecatan Horner, Verstappen justru berada di titik terendahnya bersama tim banteng merah tersebut.
Untuk kedua kalinya dalam dua pekan berturut-turut, Verstappen kembali mengalami kecelakaan akibat masalah teknis yang fatal. Ia bahkan tanpa ragu melabeli desain sayap belakang mobil Red Bull miliknya sebagai sesuatu yang “super-dangerous” (sangat berbahaya).
Menanggapi keluhan keras sang pembalap utama, Laurent Mekies yang kini menjabat sebagai Kepala Tim Red Bull berjanji akan “melakukan investigasi radikal” tanpa menyisakan satu pun celah untuk menemukan eror pada komponen sayap tersebut.
“Mekies langsung datang ke kamar saya setelah balapan untuk mendiskusikan masalah yang kami hadapi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lintasan. Tapi itu hal yang normal, kami selalu melakukannya dalam kondisi baik maupun buruk,” pungkas Verstappen menutup evaluasi balapan akhir pekannya.