JAKARTA – Alphabet, induk perusahaan Google, mengumumkan rencana penggalangan dana ekuitas hinggga $80 miliar untuk mendanai investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI). Langkah ini termasuk penjualan saham senilai $10 miliar kepada Berkshire Hathaway menjadikannya salah satu penggalangan dana ekuitas terbesar dalam sejarah.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas infrastruktur komputasi AI global dan menutup kewajiban administratif terkait penghargaan ekuitas karyawan. Alphabet menegaskan bahwa permintaan atas layanan AI meningkat pesat, melampaui kapasitas yang tersedia. “AI mendorong momen ekspansi bagi Alphabet,” tulis perusahaan dalam pengajuan dokumen, dilansir The Guardian, Selasa (2/6/2026).
Meski demikian, penggalangan dana ini juga menjadi pengingat bahwa pengeluaran besar untuk AI belum sepenuhnya menghasilkan pengembalian signifikan bagi investor. Jim Reid dari Deutsche Bank menyebutnya sebagai “skala luar biasa dari ledakan pengeluaran AI.”
Matt Britzman, analis ekuitas Hargreaves Lansdown, menilai langkah Alphabet sebagai tanda bahwa “perlombaan senjata AI memasuki fase yang lebih membutuhkan modal.” Ia menambahkan, meski jumlah $80 miliar besar, nilainya kurang dari 2% kapitalisasi pasar Alphabet yang mencapai $4,6 triliun.
Alphabet sebelumnya memperkirakan belanja modal tahun ini mencapai $180–190 miliar, dengan peningkatan lebih lanjut pada 2027. Sementara itu, pesaing seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI milik Elon Musk juga bersiap melantai di bursa saham, menandai persaingan ketat dalam industri AI.