JAKARTA – Kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis pagi (30/4/2026) diduga dipicu oleh korsleting listrik pada genset yang berada di area basement gedung.
Informasi awal mengenai sumber api tersebut disampaikan oleh salah satu penghuni apartemen, Antonius, yang menyebut asap pertama kali muncul dari lantai bawah sebelum merambat ke seluruh bangunan.
“Jadi informasinya asap ini bersumber dari genset dari lantai basement, basement Superindo atau basementnya dari pengelola yang mengalami konsleting kebakaran,” kata Antonius kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Api dan asap dilaporkan dengan cepat menjalar dari basement menuju lantai-lantai atas, bahkan mencapai unit di lantai 28 dalam waktu singkat.
Antonius mengungkapkan bahwa kejadian kebakaran mulai terasa sekitar pukul 06.30 WIB dan asap tebal telah memenuhi unitnya sekitar pukul 08.00 WIB sehingga memaksa penghuni melakukan evakuasi mandiri.
“Saya bingung itu kebakaran dari sekitar jam setengah 7 pagi, di unit saya itu sampai jam 8 pagi. Gitu, jam 8 pagi jadi kami evakuasi semuanya untuk turun ke bawah, gitu,” ujar dia.
Dalam situasi darurat tersebut, Antonius sempat kesulitan mencari jalur evakuasi karena akses lift dan lantai tempat tinggalnya telah dipenuhi asap pekat.
Ia bahkan harus bergerak naik ke lantai 35 untuk mencari area dengan sirkulasi udara yang lebih baik sebelum akhirnya berhasil mendapatkan bantuan.
Antonius juga sempat memanfaatkan media sosial untuk meminta pertolongan cepat di tengah kondisi yang semakin memburuk.
“Cuma asap itu kami enggak bisa, enggak bisa nafas. Kami hanya minta pertolongan untuk dari damkar dan pemerintah terkait,” ungkap dia.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dilaporkan bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap penghuni yang terjebak di dalam gedung.
Hingga pukul 10.35 WIB, data sementara mencatat sebanyak 60 penghuni berhasil dievakuasi, sementara 18 orang lainnya masih berada di dalam apartemen dan menunggu proses penyelamatan.
Penghuni yang telah selamat diarahkan menuju posko informasi untuk melaporkan anggota keluarga atau kerabat yang belum ditemukan.
Pembaruan data terus dilakukan oleh petugas seiring dengan proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian.***