JAKARTA – Meski kembali menunjukkan peran vital bagi Timnas Mesir saat menahan imbang Belgia 1-1 di ajang Piala Dunia 2026, Mohamed Salah justru menjadi bahan perdebatan setelah reaksinya saat ditarik keluar lapangan menuai kritik dari sejumlah pengamat sepak bola.
Dalam pertandingan Grup G yang berlangsung pada Minggu, 15 Juni 2026, kapten Mesir tersebut tampil impresif dengan menciptakan assist dan menjadi motor serangan utama The Pharaohs sebelum digantikan pemain muda berusia 18 tahun, Hamza Abdelkarim, pada menit ke-76.
Laga itu juga menjadi momen spesial bagi Salah yang merayakan ulang tahun ke-34, namun sorotan publik bergeser dari performanya menuju ekspresi kecewa yang ditunjukkannya saat meninggalkan lapangan.
Rekaman kamera memperlihatkan penyerang Liverpool tersebut berjalan menuju bangku cadangan tanpa memberikan respons kepada pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang mengambil keputusan pergantian pemain.
Aksi itu langsung mengundang komentar tajam dari analis ESPN, Craig Burley dan Stevie Nicol, yang menilai sikap Salah berpotensi memberikan dampak negatif terhadap atmosfer tim.
Burley menilai reaksi Salah mengingatkan pada beberapa momen serupa yang pernah terjadi bersama Liverpool ketika ia terlihat tidak puas saat ditarik keluar oleh pelatih.
“Pemain bintang memang tidak suka diganti, tetapi cara merespons keputusan pelatih juga penting untuk menjaga keharmonisan tim,” ujar Craig Burley dikutip dari Liverpool.com, Selasa (16/6/2026).
Menurut Burley, gestur yang diperlihatkan Salah menunjukkan ketidaksenangan yang terlalu jelas dan berisiko menciptakan persepsi bahwa dirinya ingin selalu menjadi pusat keputusan di lapangan.
Sementara itu, Stevie Nicol menegaskan bahwa pemain sekaliber Salah seharusnya memahami pentingnya rotasi dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia.
“Jika Mesir ingin melangkah jauh, semua pemain harus menerima bahwa ada saatnya mereka perlu beristirahat dan diganti demi kepentingan tim,” kata Nicol.
Ia juga menilai perilaku pemain bintang dapat memengaruhi rekan setim, suporter, hingga suasana ruang ganti apabila tidak dikelola dengan baik.
Terlepas dari kontroversi tersebut, kontribusi Salah di pertandingan itu tetap tidak terbantahkan karena ia menjadi kreator gol pembuka Mesir yang dicetak Emam Ashour pada menit ke-19.
Assist tersebut membuat Salah mencatatkan sejarah sebagai pemain Afrika pertama sejak 1966 yang terlibat langsung dalam gol Piala Dunia tepat pada hari ulang tahunnya.
Selain menyumbang assist, mantan pemain AS Roma itu juga beberapa kali mengancam pertahanan Belgia melalui serangan balik cepat dan sempat memaksa penjaga gawang Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting lewat sundulan berbahaya.
Hasil imbang melawan salah satu tim penghuni 10 besar peringkat FIFA menjadi modal berharga bagi Mesir dalam persaingan Grup G.
Pelatih Hossam Hassan yang juga legenda sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Mesir kini fokus menyiapkan tim menghadapi dua laga penting berikutnya melawan Selandia Baru dan Iran.
Meski polemik mengenai sikap Salah masih menjadi bahan diskusi, kontribusinya tetap menjadi faktor utama yang menentukan peluang Mesir untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Fakta Mohamed Salah di Timnas Mesir
- 67 gol untuk Timnas Mesir.
- 36 assist sepanjang karier internasional.
- Kapten Timnas Mesir.
- Pencetak sejarah pemain Afrika pertama sejak 1966 yang terlibat gol Piala Dunia pada hari ulang tahun.
- Aktor penting dalam hasil imbang 1-1 kontra Belgia.***