JAKARTA – Selandia Baru membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang menjanjikan setelah menahan imbang Iran 2-2 pada laga perdana Grup G, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.
Di balik raihan satu poin tersebut, muncul satu nama yang mencuri perhatian dunia sepak bola, yakni Elijah Just yang sukses mencetak dua gol dan menorehkan sejarah baru bagi tim berjuluk All Whites.
Penampilan gemilang winger berusia 26 tahun itu tidak hanya membantu Selandia Baru menghindari kekalahan, tetapi juga menjadikannya pemain pertama dalam sejarah negaranya yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Elijah Just Cetak Rekor Baru untuk All Whites
Pertandingan yang berlangsung di Los Angeles Stadium menjadi panggung sempurna bagi Elijah Just untuk menunjukkan kualitasnya di level tertinggi sepak bola dunia.
Pemain yang kini membela Motherwell tersebut langsung membuat kejutan saat laga baru berjalan tujuh menit.
Melalui sebuah tendangan voli yang spektakuler, Just berhasil membobol gawang Iran dan membawa Selandia Baru unggul lebih dulu.
Gol cepat itu menjadi awal ideal bagi All Whites yang kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang.
Momentum positif tersebut berlanjut setelah jeda pertandingan.
Pada awal babak kedua, Elijah Just kembali menunjukkan ketajamannya melalui kombinasi serangan yang dibangun bersama kapten tim Chris Wood.
Kerja sama keduanya berakhir dengan gol kedua Just yang kembali membawa Selandia Baru memimpin pertandingan untuk kedua kalinya.
Meski Iran mampu dua kali menyamakan kedudukan hingga laga berakhir 2-2, performa Elijah Just tetap menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan.
Masuk Persaingan Awal Sepatu Emas
Dua gol yang dicetak dalam laga pembuka membuat nama Elijah Just langsung masuk dalam radar persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Lebih dari itu, pencapaiannya menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola Selandia Baru yang selama ini jarang mendapat sorotan di panggung dunia.
“Ini sangat spesial, kami tidak terlalu sering tampil di Piala Dunia. Jadi semoga saya menjadi yang pertama dari banyak pemain Selandia Baru yang bisa mencetak dua gol atau lebih,” kata Just.
Pemain kelahiran Auckland tersebut mengaku masih sulit mempercayai momen saat bola hasil tendangan volinya bersarang di gawang Iran.
Menurutnya, suasana emosional langsung menyelimuti dirinya setelah berhasil membawa negaranya unggul di turnamen sepak bola terbesar dunia.
“Saat mencetak gol pertama, emosi langsung mengambil alih, saya hampir tidak percaya itu benar-benar terjadi. Itu adalah awal yang luar biasa untuk pertandingan,” ujarnya.
Satu Poin Berharga untuk Misi Lolos Fase Gugur
Meski sempat dua kali memimpin pertandingan, Selandia Baru harus puas berbagi angka setelah Iran mampu bangkit dan menyamakan skor.
Namun hasil tersebut tetap dianggap positif mengingat Iran merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Asia yang memiliki pengalaman panjang di level internasional.
Just menilai timnya telah menunjukkan performa yang kompetitif sepanjang pertandingan dan memiliki alasan untuk tetap optimistis menghadapi laga-laga berikutnya.
“Saya rasa kami bermain baik sepanjang laga. Sedikit kecewa karena tidak meraih tiga poin, tetapi satu poin tetap hasil yang bagus,” katanya.
Hasil imbang itu juga menjaga peluang Selandia Baru untuk bersaing memperebutkan tiket menuju fase gugur.
Ambisi Lampaui Generasi 2010
Skuad All Whites datang ke Piala Dunia 2026 dengan target yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
Pada Piala Dunia 2010, Selandia Baru mencatatkan prestasi unik dengan tiga kali bermain imbang di fase grup tanpa sekalipun kalah.
Meski demikian, raihan tiga poin dari tiga hasil seri tidak cukup untuk membawa mereka melangkah ke babak berikutnya.
Kini, generasi yang dipimpin Chris Wood dan diperkuat Elijah Just bertekad mencatat sejarah yang lebih besar.
“Generasi sebelum kami pada 2010 meraih tiga hasil imbang. Kami datang ke sini untuk melakukan yang lebih baik, dan itulah yang akan terus kami perjuangkan,” ucapnya.
Dengan satu poin di tangan, Selandia Baru kini mengalihkan fokus ke dua pertandingan krusial berikutnya melawan tim kuat Mesir dan Belgia.
Keberhasilan meraih hasil positif dalam dua laga tersebut akan menentukan apakah All Whites mampu mewujudkan mimpi lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.***