JAKARTA – Setelah lebih dari satu abad beroperasi, Del Monte Foods, produsen makanan kaleng ternama asal Amerika Serikat, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11. Pengumuman ini disampaikan melalui situs resmi perusahaan pada Selasa (1/7/2025). Meski begitu, Del Monte memastikan akan tetap beroperasi selama proses penjualan yang kini diawasi pengadilan berlangsung.
CEO Del Monte, Greg Longstreet, menyebutkan bahwa kombinasi sejumlah faktor telah mengguncang stabilitas keuangan perusahaan. “Kebangkrutan Del Monte terjadi karena adanya perubahan preferensi konsumen, tantangan rantai pasokan, dan utang yang meningkat,” ujar Longstreet, dilansir dari Reuters.
Dikutip dari Reuters, pengajuan kebangkrutan dilakukan di negara bagian New Jersey. Perusahaan menyebut memiliki kewajiban utang besar kepada sekitar 25.000 kreditur, baik individu maupun entitas bisnis. Jumlah total utang dan aset diperkirakan berada di kisaran US\$1 miliar hingga US\$10 miliar, atau sekitar Rp162,5 triliun.
Namun demikian, Del Monte menegaskan bahwa operasional anak perusahaannya di luar Amerika Serikat tidak terdampak dan akan tetap berjalan normal.
Perjalanan Panjang Del Monte: Dari Pabrik Kaleng hingga Multinasional
Nama Del Monte sudah lama melekat dalam sejarah industri makanan Amerika. Awalnya, nama Del Monte digunakan oleh sebuah perusahaan distributor makanan di Oakland, California, untuk memasarkan kopi premium bagi Hotel Del Monte — sebuah resor mewah yang terkenal di Monterey Peninsula pada akhir abad ke-19.
Tahun 1892, merek ini mulai dipakai untuk lini produk buah persik kaleng. Enam tahun kemudian, terbentuklah California Fruit Canners Association (CFCA), gabungan dari 18 perusahaan pengalengan pantai barat.
Pasca gempa San Francisco tahun 1906, pabrik utama Del Monte yang rusak total dibangun kembali dan menjadi pabrik pengalengan terbesar di dunia saat itu, yang kini dikenal sebagai Del Monte Square di Fisherman’s Wharf.
Del Monte terus berkembang pesat. Di bawah kepemimpinan George Newell Armsby, CFCA berkembang menjadi California Packing Corporation (Calpak) pada 1916, yang kemudian memasarkan produk-produk dengan merek Del Monte dan Sunkist. Ekspansi bisnis membawa perusahaan ini menjangkau wilayah seperti Hawaii, Alaska, Filipina, hingga kawasan Midwest dan Eropa.
Pada 1967, nama perusahaan resmi berganti menjadi Del Monte Corporation. Lima tahun kemudian, Del Monte menjadi pelopor dalam pelabelan nutrisi sukarela di Amerika Serikat.
Selama dekade-dekade berikutnya, Del Monte mengalami berbagai perubahan kepemilikan. Mulai dari menjadi bagian RJR Nabisco, kemudian dijual ke Merrill Lynch, Citicorp Venture Capital, dan Kikkoman. Merek Del Monte bahkan sempat dijual terpisah di Asia, Meksiko, Eropa, dan Amerika Tengah.
Pada 1999, Del Monte kembali menjadi perusahaan publik dan mengakuisisi beberapa merek dari Heinz pada 2002, menjadikannya salah satu raksasa makanan terbesar di AS.
Namun setelah lebih dari seratus tahun berdiri, tekanan industri yang kian kompleks membawa Del Monte ke titik genting.
Kini, perusahaan legendaris ini tengah mencari pembeli baru untuk mempertahankan warisan panjangnya dalam industri makanan.