JAKARTA – Lewis Hamilton mengakui debut Ferrari SF-26 pada sesi shakedown F1 2026 berlangsung menantang akibat hujan yang mengguyur lintasan Catalan, Selasa (27/1/2026). Meski begitu, ia menilai tim tetap mampu mengumpulkan data berharga.
Ferrari sebelumnya melakukan uji coba singkat di Fiorano, namun baru turun resmi pada hari kedua shakedown. Hanya Red Bull yang ikut bergabung di lintasan, sementara tim lain memilih absen karena ancaman cuaca.
Charles Leclerc dan Hamilton harus menghadapi kondisi basah sepanjang hari, namun keduanya tetap menuntaskan 121 lap. “Hari ini sangat menantang, jelas, karena hujan mulai turun pukul 10.30. Charles sempat berlatih di lintasan kering, tapi kemudian lintasan basah sepanjang sore, jadi kami harus mencari cara agar ban berfungsi,” ujar Hamilton, dilansir dari Motorsport, Kamis (29/1/2026).
Meski ada red flag, Hamilton menilai sesi tetap produktif. “Kami menempuh sekitar 120 lap, cukup solid mengingat kondisi basah. Saya bangga dengan semua orang di pabrik yang berhasil membawa mobil ini sampai ke tahap ini. Kami mendapatkan banyak informasi dan harus terus melanjutkannya,” katanya.
Regulasi baru F1 2026 menghadirkan tantangan besar, termasuk aerodinamika aktif dan keseimbangan tenaga pembakaran serta listrik hampir 50:50. Hamilton membandingkan perubahan ini dengan era turbo hybrid 2014. “Perubahan regulasi sebesar ini bisa jauh lebih buruk. Tidak ada masalah besar, hanya perbaikan kecil. Itu hebat,” ujarnya.
Juara dunia tujuh kali itu menilai SF-26 masih sulit dipahami karena hujan, namun tetap optimistis. “Downforce jauh lebih sedikit daripada tahun lalu, tapi tidak ada porpoising seperti 2022. Ini menantang bagi semua tim, yang menurut saya bagus. Siapa pun yang berkembang paling cepat akan berada di puncak,” tegasnya.