JABAR — Jurnalis Garuda TV menorehkan prestasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan meraih penghargaan di bidang jurnalistik. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi media dalam mengangkat isu keamanan siber secara konsisten, informatif, dan berdampak bagi publik.
Dalam ajang tersebut, Fidelis Batalinus dari Garuda TV meraih Anugerah Karya Jurnalistik melalui karya berjudul “RUU Keamanan Siber Hampir Rampung, Pemerintah Siapkan Langkah Final”. Penghargaan ini menegaskan peran jurnalis televisi dalam memperluas pemahaman publik terhadap isu strategis keamanan siber dan persandian.
Fidelis menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Garuda TV untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya di tengah maraknya disinformasi.
“Penghargaan ini jadi motivasi bagi Garuda TV menjadi corong informasi-informasi faktual dan bukan hoaks, terutama juga untuk program-program dan agenda BSSN sebagai lembaga negara di garda terdepan menjamin keamanan dan ketahanan siber dan sandi negara,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan peran strategis media dalam mendukung keamanan siber melalui penyebaran informasi yang akurat dan edukatif.
“Penguatan keamanan siber dan sandi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. BSSN hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan pelindungan nasional berjalan secara terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BSSN juga memberikan sejumlah penghargaan, di antaranya Penghargaan Dharma Bakti Persandian, Anugerah Karya Purna, Anugerah Media Produktif, Anugerah Karya Jurnalistik, serta Liputan Terbaik Napak Tilas.
Untuk kategori Anugerah Media Produktif, penghargaan diraih oleh Tribunnews.com, Kompas.com, Antaranews, Detik.com, dan CNN Indonesia. Sementara Anugerah Karya Jurnalistik diberikan kepada Livia Kristianti, Fidelis Batalinus, dan Abdi Ryanda Shakti.
Rangkaian HUT ke-80 BSSN juga diisi ziarah ke makam Bapak Persandian Indonesia Roebiono Kertopati, donor darah, serta forum koordinasi nasional untuk memperkuat strategi keamanan siber ke depan.
Momentum ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ruang siber Indonesia tetap aman dan berdaulat melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.