JAKARTA – Piala Dunia 2026 kembali menjadi panggung lahirnya bintang-bintang baru ketika sederet pemain remaja mendapat kesempatan tampil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Sorotan utama mengarah kepada gelandang muda Meksiko, Gilberto Mora, yang resmi menyandang status sebagai pemain termuda dalam daftar peserta Piala Dunia 2026 dengan usia 17 tahun 259 hari.
Di sisi lain, wonderkid Spanyol Lamine Yamal juga menjadi magnet perhatian setelah memasuki turnamen sebagai salah satu pemain muda paling berpengaruh di sepak bola internasional meski baru berusia 18 tahun.
Keberadaan para pemain muda tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam peta persaingan sepak bola dunia, di mana klub maupun tim nasional kini semakin berani mempercayakan peran penting kepada talenta usia belia.
Piala Dunia selalu menjadi panggung bagi lahirnya generasi baru yang siap mengambil alih masa depan sepak bola dunia.
Gilberto Mora Cetak Rekor Baru Bersama Meksiko
Gilberto Mora datang ke Piala Dunia 2026 dengan sederet pencapaian yang sulit ditandingi pemain seusianya.
Gelandang milik Club Tijuana tersebut sebelumnya telah mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang menjadi starter sekaligus mencetak gol di Liga MX.
Tidak hanya itu, Mora juga menjadi pemain termuda yang menjalani debut bersama tim nasional senior Meksiko.
Prestasi lain yang semakin mengangkat namanya adalah keberhasilannya menjadi juara turnamen internasional putra yang diakui FIFA saat Meksiko memenangkan Piala Emas CONCACAF 2025.
Momentum bersejarah kembali tercipta ketika Mora masuk sebagai pemain pengganti pada laga pembuka Piala Dunia 2026 sehingga namanya resmi tercatat sebagai pemain termuda yang pernah membela Meksiko di ajang tersebut.
Dengan kualitas permainan yang terus berkembang, Mora diproyeksikan menjadi fondasi utama regenerasi sepak bola Meksiko dalam beberapa tahun mendatang.
Lamine Yamal Tetap Jadi Ancaman Besar
Meski bukan pemain termuda, Lamine Yamal tetap menjadi salah satu sosok yang paling dinanti penampilannya sepanjang turnamen.
Pemain sayap Spanyol berusia 18 tahun 352 hari tersebut telah membuktikan kualitasnya di level tertinggi Eropa sebelum tampil di Piala Dunia.
Kecepatan, kreativitas, serta kematangan bermain membuat Yamal diprediksi menjadi salah satu pemain muda yang mampu menentukan perjalanan Spanyol di turnamen ini.
Daftar Pemain Termuda Piala Dunia 2026
Berdasarkan data FIFA per 30 Juni 2026, berikut 12 pemain termuda yang menghiasi Piala Dunia 2026:
- Gilberto Mora (Meksiko) – 17 tahun 259 hari – Gelandang Serang.
- Hugo Sochurek (Ceko) – 18 tahun 23 hari – Gelandang Tengah.
- Ibrahim Mbaye (Senegal) – 18 tahun 157 hari – Sayap Kanan.
- Hamza Abdelkarim (Mesir) – 18 tahun 180 hari – Penyerang.
- Bara Sapoko Ndiaye (Senegal) – 18 tahun 181 hari – Gelandang Tengah.
- Mladen Jurkas (Bosnia dan Herzegovina) – 18 tahun 266 hari – Kiper.
- Ayyoub Bouaddi (Maroko) – 18 tahun 271 hari – Gelandang Tengah.
- Kerim Alajbegovic (Bosnia dan Herzegovina) – 18 tahun 282 hari – Sayap Kiri.
- Rayan Elloumi (Tunisia) – 18 tahun 286 hari – Penyerang Tengah.
- Lucas Herrington (Australia) – 18 tahun 298 hari – Bek Tengah.
- Behruzjon Karimov (Uzbekistan) – 18 tahun 327 hari – Bek Kanan.
- Lamine Yamal (Spanyol) – 18 tahun 352 hari – Sayap Kanan.
Rekor Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Sepanjang sejarah Piala Dunia, rekor pemain termuda yang pernah tampil masih dipegang Norman Whiteside dari Irlandia Utara yang bermain pada usia 17 tahun 41 hari di edisi 1982.
Di bawahnya terdapat Samuel Eto’o, Femi Opabunmi, Salomon Olembe, dan legenda Brasil Pele yang tampil pada usia 17 tahun sebelum akhirnya membawa negaranya meraih gelar juara dunia pada 1958.
Banyak pemain muda dalam daftar tersebut kemudian berkembang menjadi ikon sepak bola dunia sehingga kehadiran generasi baru di Piala Dunia 2026 kembali memunculkan harapan lahirnya legenda berikutnya.
FIFA Tidak Membatasi Usia Minimum
FIFA hingga kini tidak menetapkan batas usia minimum bagi pemain yang ingin tampil di Piala Dunia.
Selama masuk dalam skuad resmi negara peserta, seorang pemain tetap berhak dimainkan tanpa memandang usia.
Kebijakan tersebut membuka peluang bagi pemain-pemain muda berbakat untuk mengukir sejarah sejak usia remaja sebagaimana kini dilakukan Gilberto Mora dan sejumlah talenta muda lainnya di Piala Dunia 2026.***