JAKARTA – Timnas Amerika Serikat menghadapi situasi yang kurang ideal menjelang laga penting di Grup D Piala Dunia 2026 melawan Australia pada Sabtu (20/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Hal ini terjadi karena kondisi fisik bintang utama AS, Christian Pulisic belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan penuh dari cedera betis yang dialaminya pada pertandingan sebelumnya.
Ketidakpastian mengenai kesiapan sang kapten membuat kubu The Stars and Stripes mulai dilanda kekhawatiran karena Pulisic selama ini menjadi sosok sentral yang menggerakkan serangan sekaligus pembeda dalam berbagai pertandingan penting.
Pemain AC Milan tersebut sebelumnya tampil impresif ketika Amerika Serikat mengawali turnamen dengan menghadapi Paraguay, namun penampilannya harus berakhir lebih cepat setelah merasakan gangguan pada bagian betis yang memaksanya meninggalkan lapangan.
Sejak mengalami masalah tersebut, Pulisic belum sepenuhnya bergabung dalam sesi latihan utama tim dan lebih banyak menjalani program pemulihan secara terpisah di fasilitas kebugaran yang berada di kawasan Orange County.
Perkembangan terbaru menunjukkan adanya kemajuan karena pemain berusia 27 tahun itu telah kembali menginjak lapangan latihan pada Rabu, 17 Juni 2026, meski masih menjalani menu latihan individual dan belum berpartisipasi penuh bersama rekan-rekannya.
Dalam sesi tersebut, perhatian tim medis tertuju pada kondisi kaki kiri Pulisic yang terus mendapatkan pengawasan khusus, sementara pelindung tambahan masih terlihat menutupi area betis yang mengalami cedera.
Kondisi tersebut membuat staf pelatih dan para pemain Amerika Serikat terus memantau perkembangan sang bintang dengan harapan ia dapat segera kembali memperkuat tim saat menghadapi Australia.
“Kami sangat berharap Christian segera kembali bermain. Saya tak tahu bagaimana perkembangannya, tapi kami tahu di harus segera bergabung dengan kami,” ujar Brenden Aaronson yang menjadi salah satu kandidat pengganti apabila Pulisic belum mampu tampil.
Kehadiran Pulisic selama ini memang sulit tergantikan karena ia tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga kreator serangan yang mampu membuka ruang dan menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Ketika Pulisic tidak berada di lapangan, efektivitas serangan Amerika Serikat terlihat menurun sehingga produktivitas gol tim ikut terdampak secara signifikan.
Meski demikian, kubu Amerika Serikat masih menyimpan optimisme karena waktu pemulihan belum sepenuhnya habis dan keputusan akhir baru akan diambil setelah evaluasi kondisi terakhir menjelang pertandingan.
“Kita masih punya satu hari untuk melihat perkembangannya. Jika dia tak bisa bermain Jumat nanti, kami pastikan dia akan kembali bermain di pertandingan selanjutnya” ucap bek AS Antonee Robinson.
Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa tim pelatih tidak ingin mengambil risiko besar terhadap kondisi Pulisic, mengingat turnamen masih panjang dan perannya tetap sangat dibutuhkan dalam upaya Amerika Serikat melangkah lebih jauh.
Dengan waktu yang semakin sempit menuju laga kontra Australia, fokus utama kini tertuju pada perkembangan kebugaran Pulisic yang berpotensi menjadi faktor penentu kekuatan Amerika Serikat dalam pertandingan yang diperkirakan berlangsung ketat dan penuh tekanan.***