Di tengah kepulan abu vulkanik pasca-letusan hebat Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026), sebuah operasi kemanusiaan besar-besaran tengah berlangsung. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 17 pendaki dalam kondisi selamat dari amukan gunung api tersebut, namun ketegangan belum berakhir karena tiga nyawa lainnya masih dinyatakan hilang di kawasan puncak.
Daftar Penyintas: WNA dan Lokal Berhasil Turun
Humas Basarnas Ternate, Iksan M. Nur, mengonfirmasi bahwa dari 17 orang yang selamat, 7 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura, sementara 10 lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI).
Dua di antara penyintas asal Indonesia, Reza Selang dan Jailan Ayub, secara heroik memutuskan untuk langsung bergabung dengan tim penyelamat guna menunjukkan jalan dan membantu mencari rekan mereka yang masih tertinggal.
Misi Pencarian Tiga Pendaki yang Hilang
Hingga saat ini, fokus utama tim gabungan adalah menemukan tiga pendaki yang belum diketahui rimbanya. Mereka adalah:
-
Heng Wen Qiang Timothy (30), WNA asal Singapura.
-
Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), WNA asal Singapura.
-
Enjel, seorang pendaki perempuan asal Indonesia.
Ketiganya terjebak saat aktivitas vulkanik meningkat drastis, dan tim SAR terus berpacu dengan waktu sebelum kondisi cuaca serta aktivitas gunung semakin memburuk.
Meski belasan orang berhasil diselamatkan, tragedi ini tetap menyisakan duka mendalam. Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi bahwa tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden ini. Korban tewas terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura. Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap para korban meninggal masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Data Lengkap Korban Selamat:
WNA (Singapura):
-
Toh Yu Ming Eugene (30), Ong Shilin Selene (37), Phoebe Lim (33), Loh Hui En Iris (31), Tan Jia Yi Geraldine (30), Lee Yi Xuan Venessa (30), dan Lim Shan De (29).
WNI:
-
Bahtiar Badar (24), Yusril (23), Sahrul (26), Ahmad (22), Hairudin (26), Fiki Nafila (27), Riska Isbar (29), dan Sudin Juanga (48).
Basarnas dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjauhi radius bahaya Gunung Dukono seiring dengan masih berlangsungnya aktivitas vulkanik yang tidak dapat diprediksi.