STOCKHOLM, SWEDIA – Swedia akan memanggil kembali mantan perwira militer berusia hingga 70 tahun untuk wajib militer, sebagai bagian dari strategi memperkuat angkatan bersenjata di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Dalam langkah yang mengejutkan, Swedia, salah satu anggota NATO, berencana memanggil kembali mantan perwira militer berusia hingga 70 tahun untuk wajib militer. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar-besaran untuk memperkuat angkatan bersenjata di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Menurut laporan SVT, stasiun penyiaran publik Swedia, Stockholm akan menaikkan batas usia wajib militer bagi mantan perwira dari 47 tahun menjadi 70 tahun.
“Swedia berencana untuk menaikkan batas usia wajib militer maksimum bagi mantan perwira militer secara drastis hingga 70 tahun,” demikian laporan tersebut, menandakan langkah berani untuk memanfaatkan pengalaman para pensiunan militer.
Respons terhadap Tuntutan NATO
Langkah ini diambil seiring komitmen Swedia untuk meningkatkan anggaran pertahanan setelah para pemimpin NATO, pada pertemuan puncak bulan lalu, menetapkan target belanja militer baru sebesar 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dari jumlah tersebut, 3,5% dialokasikan untuk kebutuhan militer langsung, sementara sisanya untuk inisiatif keamanan yang lebih luas.
Kebijakan ini juga sejalan dengan program *ReArm Europe* senilai €800 miliar (\$940 miliar) yang diluncurkan oleh Brussels untuk memperkuat pertahanan kawasan. Dengan meningkatnya ancaman global, terutama dari Rusia, Swedia berupaya memastikan kesiapan militernya dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang berpengalaman, termasuk para manula yang pernah bertugas.
Keputusan untuk melibatkan mantan perwira berusia lanjut bukan tanpa alasan. Para pensiunan perwira ini memiliki pengalaman lapangan dan pengetahuan strategis yang dianggap berharga untuk memperkuat angkatan bersenjata. Dengan usia maksimum yang kini diperluas, Swedia berharap dapat mengisi kekurangan personel militer terlatih tanpa mengorbankan kualitas.
“Usulan ini muncul seiring komitmen negara tersebut untuk menggelontorkan miliaran dolar untuk pengembangan militernya,” lapor SVT, menyoroti urgensi Swedia dalam memperkuat pertahanan nasional.
Tantangan dan Kontroversi
Meski dianggap inovatif, kebijakan ini menuai beragam reaksi. Sebagian pihak memuji langkah Swedia yang berpikir di luar kebiasaan untuk memenuhi kebutuhan militer. Namun, ada pula kekhawatiran tentang kemampuan fisik dan kesehatan para manula untuk kembali bertugas, meskipun hanya untuk peran-peran strategis atau pendukung.
Selain itu, keputusan ini mencerminkan tekanan yang dihadapi negara-negara NATO untuk memenuhi target belanja militer baru. Dengan meningkatnya ketegangan di Eropa, terutama setelah konflik Rusia-Ukraina, aliansi ini berupaya memastikan kesiapan menghadapi potensi ancaman jangka panjang.
Langkah Strategis Swedia di Panggung Global
Swedia, yang baru bergabung dengan NATO pada 2024, menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung aliansi pertahanan Atlantik Utara. Selain menaikkan batas usia wajib militer, negara ini juga berinvestasi besar-besaran dalam modernisasi alutsista dan pelatihan militer. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Swedia di NATO, tetapi juga menegaskan peran pentingnya dalam menjaga stabilitas keamanan Eropa.