SANTIAGO, CHILE – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang kawasan tengah Chile pada Kamis (12/2/2026) siang waktu setempat, atau malam hari WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 32 km barat daya Ovalle, Provinsi Limarí, Region Coquimbo, dengan kedalaman hiposenter 37 km.
Menurut analisis BMKG, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik di zona pertemuan Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan. Mekanisme sumber menunjukkan karakteristik sesar naik (thrust fault).
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Kamis malam.
BMKG menegaskan guncangan ini tidak menimbulkan ancaman gelombang tsunami bagi wilayah pesisir Indonesia. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpancing isu hoaks, dan mengikuti arahan pemerintah setempat.
Hingga informasi terakhir, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan signifikan maupun korban jiwa di wilayah terdampak Chile. Gempa terasa kuat di Ovalle dan sekitarnya, bahkan hingga beberapa kota di Region Coquimbo serta wilayah perbatasan Argentina.
Chile termasuk salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena posisinya di sepanjang Cincin Api Pasifik. Gempa magnitudo 6 ke atas relatif sering terjadi di sana, meski kebanyakan tidak menimbulkan dampak fatal jika episenternya berada di darat dan kedalamannya sedang seperti kasus ini.
Pemantauan pasca-gempa terus dilakukan BMKG dan otoritas Chile untuk mendeteksi potensi gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap aktivitas seismik lanjutan