BOYOLALI, 4 April 2026 — Perubahan nyata mulai dirasakan petani sayuran di lereng Gunung Merapi, khususnya di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, seiring meningkatnya permintaan pasar dalam beberapa waktu terakhir berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu cerita datang dari Yusron Soleh (30), petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden, yang kini merasakan lonjakan pendapatan setelah bertahun-tahun menekuni dunia pertanian.
Sejak kecil, Yusron telah terbiasa mengolah tanah, meneruskan tradisi keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian di kawasan pegunungan tersebut.
Setiap harinya, ia mengelola lahan produktif yang ditanami berbagai jenis sayuran seperti tomat, brokoli, selada, sawi sendok, dan pakcoy sebagai komoditas unggulan.
Hasil panennya selama ini dipasarkan ke Pasar Cepogo yang menjadi pusat distribusi utama bagi petani lokal di wilayah Boyolali.
Namun, situasi berubah drastis setelah hadirnya Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, yang disebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan permintaan sayuran.
“Iya, berpengaruh. Untuk penjualannya sangat tinggi sekarang,” ujar Yusron saat ditemui di lahan pertaniannya, ditulis Sabtu (4/4).
Lonjakan permintaan terutama datang dari kebutuhan dapur SPPG yang kini rutin menyerap komoditas seperti pakcoy dan selada dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga jual hasil panen yang kini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan sebelumnya.
“Iya, harganya bagus. Ekonominya bisa naik,” katanya singkat.
Tidak hanya meningkatkan volume penjualan, perubahan ini juga menghadirkan kestabilan pendapatan yang lebih terjaga bagi para petani.
Yusron mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya kini lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih tenang.
“Sekarang ada peningkatan. Bisa untuk mencukupi keluarga, dan nabung sedikit-sedikit,” ujarnya.
Sebagai kepala keluarga dengan satu anak, ia melihat peluang ini sebagai titik balik untuk masa depan yang lebih cerah.
Yusron pun berharap agar program pemerintah tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Harapannya ke depan bisa berlanjut terus,” kata Yusron.
Wajah optimistis terpancar dari dirinya yang kini merasakan langsung dampak perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian.
Menurutnya, kebijakan yang menyentuh petani secara langsung menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Di akhir perbincangan, Yusron menyampaikan rasa syukur atas perubahan yang ia rasakan saat ini.
“Terima kasih Pak Prabowo. Semoga program ini terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas,” tuturnya.
Kisah Yusron menjadi bukti konkret bagaimana kebijakan pemerintah dapat memberikan efek langsung terhadap peningkatan ekonomi petani di daerah.
Dari ladang sederhana di lereng Merapi, harapan baru kini tumbuh seiring meningkatnya hasil panen dan peluang pasar yang semakin terbuka.***