BOYOLALI – Program Sekolah Rakyat kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat kecil, terutama bagi keluarga pedagang cilok di Boyolali yang kini memiliki harapan baru terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menjadi solusi konkret bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas melalui sistem berasrama.
Kisah inspiratif datang dari Muhammad Fauzan, seorang pedagang cilok sederhana yang menggantungkan hidupnya dari berjualan keliling demi menyekolahkan anak-anaknya.
Fauzan, warga Dukuh Grembyuk, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setiap hari berkeliling menggunakan sepeda ontel untuk menjajakan cilok ke sekolah-sekolah.
Sejak pagi hingga sore hari, ia mengayuh dan menuntun sepeda demi memastikan dagangannya laku terjual, sekaligus menanggung peran sebagai kepala keluarga bagi ketiga anaknya.
Kondisi hidup Fauzan tidaklah mudah karena sejak lahir ia memiliki keterbatasan penglihatan, namun hal tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk terus bekerja keras.
Cobaan hidupnya semakin berat setelah sang istri meninggal dunia akibat penyakit asma, membuatnya harus membesarkan anak-anak seorang diri.
Anak sulungnya kini menempuh pendidikan di kelas 10 SMK, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 4 SD, dan anak bungsunya yang masih balita diasuh oleh neneknya.
Harapan besar Fauzan kini tertumpu pada anak keduanya, Fathul Mu’in, yang saat ini bersekolah di Sekolah Rakyat.
Keberadaan Sekolah Rakyat memberikan peluang besar bagi Mu’in untuk terus belajar meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Fauzan sendiri mengaku tidak bisa membaca dan menulis, namun ia merasa bersyukur anaknya tetap dapat memperoleh pendidikan yang layak.
“Saya berharap anak saya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Fauzan.
Ia menegaskan tidak ingin membatasi cita-cita anaknya, meskipun dalam hati ia berharap Mu’in dapat menjadi pengusaha di masa depan.
“Saya tidak bisa menghendaki cita-cita anak, tapi saya ingin dia jadi anak yang bisa bekerja sungguh-sungguh,” tambahnya.
Dari hasil berjualan sekitar 5 kilogram cilok setiap hari, Fauzan hanya memperoleh omzet sekitar Rp250 ribu dengan keuntungan bersih sekitar Rp50 ribu jika seluruh dagangannya habis terjual.
Pendapatan tersebut harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya.
Karena itu, kehadiran program Sekolah Rakyat menjadi bantuan nyata yang sangat berarti bagi keluarganya.
Fauzan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil melalui program pendidikan tersebut.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program-program yang telah dilakukan, terutama yang bisa diikuti oleh anak saya. Mudah-mudahan dapat hikmah dari Allah SWT,” kata Fauzan.***