WASHINGTON, AS – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menaikkan batas usia maksimal pendaftaran personel baru dari 35 tahun menjadi 42 tahun. Kebijakan baru itu dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas basis calon prajurit di tengah tantangan perekrutan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan tersebut tercantum dalam revisi terbaru Peraturan Angkatan Darat AS 601–210 tertanggal 20 Maret 2026. Aturan itu mulai berlaku efektif pada Senin, 20 April 2026, dan mencakup Angkatan Darat Reguler, Cadangan Angkatan Darat, serta Garda Nasional Angkatan Darat.
Selain menaikkan batas usia, militer AS juga menghapus ketentuan lama yang mewajibkan pelamar dengan satu catatan hukuman terkait kepemilikan mariyuana atau perlengkapan narkoba untuk mengajukan dispensasi khusus sebelum mendaftar.
Langkah tersebut muncul saat Amerika Serikat menghadapi dinamika geopolitik baru, termasuk meningkatnya ketegangan kawasan setelah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Berlaku Khusus untuk Angkatan Darat
Kebijakan terbaru ini diketahui hanya berlaku bagi Angkatan Darat AS dan belum diumumkan untuk seluruh cabang militer lainnya.
Namun, media militer Stars and Stripes menyebut perubahan itu membuat Angkatan Darat lebih sejalan dengan cabang militer lain seperti Angkatan Udara, Angkatan Laut, Penjaga Pantai, dan Angkatan Luar Angkasa yang selama ini menerima pendaftar hingga usia awal 40-an.
Dengan penyesuaian tersebut, peluang warga Amerika usia matang untuk bergabung ke militer kini semakin terbuka.
Rekrutmen Sempat Gagal Capai Target
Meski Angkatan Darat AS berhasil memenuhi target perekrutan pada 2024 dan 2025, catatan dua tahun sebelumnya menunjukkan tekanan serius.
Data Komando Perekrutan Angkatan Darat AS memperlihatkan target perekrutan meleset sekitar 25 persen pada 2022 dan 23 persen pada 2023.
Bahkan, target perekrutan untuk Cadangan Angkatan Darat dilaporkan gagal tercapai selama enam tahun berturut-turut.
Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab, mulai dari ketatnya persaingan pasar tenaga kerja sipil, minimnya pemahaman generasi muda terhadap karier militer, hingga berkurangnya kandidat yang memenuhi syarat akibat obesitas, penggunaan narkoba, dan persoalan kesehatan mental.
Usia rata-rata rekrutan juga mengalami kenaikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika pada era 2000-an rata-rata usia rekrutan berada di 21,7 tahun dan turun ke 21,1 tahun pada 2010-an, kini meningkat menjadi 22,7 tahun.
Apakah Terkait Konflik Iran?
Meski kebijakan itu diumumkan berdekatan dengan meningkatnya tensi antara AS dan Iran, militer Amerika belum menyatakan adanya hubungan langsung antara perubahan usia pendaftaran dengan kebutuhan pasukan akibat konflik tersebut.
Namun, sejumlah analis menilai perluasan usia rekrutmen memang telah lama dibahas sebagai solusi atas kesulitan mendapatkan personel baru.
Laporan RAND Corporation pada 2023 bahkan menyebut kelompok “pemuda yang lebih tua” sebagai sumber potensial rekrutan berkualitas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Di media sosial, kebijakan itu juga memicu beragam komentar. Sebagian warganet menyinggung kelompok pendukung perang yang lebih tua agar ikut mendaftar ke militer.
“Mereka menaikkan usia pendaftaran menjadi 42. Mengapa Anda masih di sini?” tulis seorang pengguna X menanggapi komentar politikus konservatif yang mendukung serangan terhadap Iran.
Generasi Muda Cenderung Skeptis terhadap Militer
Sejumlah survei menunjukkan generasi muda Amerika cenderung lebih kritis terhadap intervensi militer di luar negeri dibanding kelompok usia lebih tua.
Jajak pendapat Pew Research Center tahun 2024 menemukan kelompok usia 18 hingga 29 tahun menjadi satu-satunya segmen usia yang menilai dampak militer lebih negatif daripada positif.
Sebanyak 53 persen responden usia muda menyatakan militer berdampak negatif, sementara 43 persen menilai positif.
Temuan itu menunjukkan tantangan perekrutan bukan sekadar soal teknis administrasi, tetapi juga perubahan pandangan generasi muda terhadap institusi militer.
AS Miliki 1,32 Juta Personel Aktif
Menurut data Pew Research Center, Amerika Serikat saat ini memiliki sekitar 1,32 juta personel militer aktif di seluruh cabang.
Angkatan Darat menjadi penyumbang terbesar dengan hampir 450.000 personel aktif. Diikuti Angkatan Laut lebih dari 334.000, Angkatan Udara lebih dari 317.000, Korps Marinir sekitar 168.000, Penjaga Pantai hampir 42.000, dan Angkatan Luar Angkasa sekitar 9.700 personel.
Sementara itu, data perekrutan 2025 menunjukkan sekitar 80 persen rekrutan Angkatan Darat merupakan laki-laki.
Dari sisi demografi, warga kulit hitam dan Latino tercatat memiliki proporsi lebih besar dalam perekrutan dibanding porsi mereka di populasi nasional. Masing-masing menyumbang sekitar 27 persen rekrutan, sedangkan dalam populasi umum berada di kisaran 14 persen dan 20 persen.
Adapun warga kulit putih menyumbang sekitar 40 persen rekrutan, dibandingkan sekitar 57 persen dari total populasi umum AS.
Strategi Baru Perkuat Personel
Kenaikan batas usia pendaftaran menjadi 42 tahun dipandang sebagai langkah realistis Washington untuk menjaga kekuatan personel militer di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan geopolitik yang semakin kompleks.
Dengan memperluas kelompok usia calon prajurit, Angkatan Darat AS berharap mampu menjaga kesiapan tempur sekaligus menutup kekurangan personel yang sempat mengganggu target perekrutan dalam beberapa tahun terakhir.