JAKARTA – Kabar transfer Mohamed Salah menjadi salah satu isu paling panas jelang akhir musim setelah sang bintang asal Mesir memastikan akan meninggalkan Liverpool usai periode gemilangnya berakhir.
Keputusan Mohamed Salah untuk pergi sebagai agen bebas langsung memicu perburuan dari berbagai klub elite Eropa serta Major League Soccer, namun arah kariernya kini mengarah kuat ke Liga Arab Saudi.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Al Nassr ikut meramaikan perburuan Mohamed Salah, membuka peluang terbentuknya duet spektakuler bersama Cristiano Ronaldo dalam proyek ambisius pasca Piala Dunia 2026.
Mengutip World Soccer Talk, Rabu (22/4/2026), Liga Pro Saudi sendiri dikabarkan menjadikan Mohamed Salah sebagai target utama karena nilai komersial dan pengaruh budaya yang dimilikinya dinilai sangat besar bagi perkembangan kompetisi tersebut.
Sebelumnya Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli telah lebih dulu menunjukkan minat serius, tetapi masuknya Al Nassr ke dalam persaingan berpotensi memicu perang tawaran besar antar klub yang berada di bawah naungan Public Investment Fund.
Meski masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi Eropa, Mohamed Salah disebut terbuka dengan peluang hijrah ke Arab Saudi sekaligus berperan sebagai ikon global untuk liga tersebut.
Jika transfer ke Al Nassr terwujud, kombinasi Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah diyakini dapat menciptakan lini serang paling mematikan di dunia sekaligus membuka peluang memecahkan berbagai rekor gol.
Namun tantangan besar menanti karena Al Nassr saat ini sudah memiliki sejumlah pemain bintang seperti Kingsley Coman dan Sadio Mané sehingga integrasi Salah ke dalam skuad tidak akan berjalan mudah.
Kondisi tersebut membuat salah satu pemain inti berpotensi tersingkir atau bahkan dilepas, sebuah keputusan yang tidak sederhana bagi manajemen klub.
Situasi ini membuka kemungkinan Mohamed Salah mempertimbangkan klub lain di Liga Arab Saudi yang dapat memberinya peran sebagai pusat permainan tanpa harus berbagi sorotan utama.
Al Ittihad muncul sebagai kandidat kuat karena kebutuhan mereka akan sosok bintang baru setelah ditinggal beberapa pemain kunci.
Kepergian N’Golo Kanté dan Karim Benzema memberi ruang finansial besar bagi Al Ittihad untuk mengajukan penawaran kompetitif kepada Mohamed Salah.
Selain itu, peluang menjadi ikon utama tim serta berduet dengan Youssef En-Nesyri di lini depan menjadi daya tarik tersendiri bagi sang pemain.
Dengan status sebagai tim papan atas yang rutin bersaing dalam perebutan gelar Liga Pro Saudi, Al Ittihad dinilai memiliki paket lengkap untuk mengamankan tanda tangan Mohamed Salah.
Pada akhirnya keputusan Mohamed Salah akan sangat ditentukan oleh ambisi pribadinya, apakah memilih membangun dinasti baru bersama Cristiano Ronaldo di Al Nassr atau menjadi pusat proyek besar di klub lain.***