JAKARTA – Sebuah foto hasil rekaan kecerdasan buatan (AI) beredar di media sosial, seolah-olah menampilkan papan pengumuman yang melarang pengambilan gambar dan video di dalam maupun luar Masjidil Haram. Faktanya, pemerintah Arab Saudi tidak pernah mengeluarkan larangan tersebut.
Kementerian Haji dan Umrah hanya mengimbau jemaah agar fokus beribadah serta menghormati privasi pengunjung lain. “Kami menghargai antusiasme Anda untuk mengabadikan momen-momen yang tak tergantikan ini, namun terlalu sibuk mengambil foto akan mengalihkan perhatian Anda dari menjalankan ibadah, melanggar privasi orang lain, dan mengganggu para pengunjung di Dua Masjid Suci,” bunyi panduan resmi, dikutip AFP, Senin (11/5/2026).
Foto yang beredar memuat logo Gemini, alat AI buatan Google, serta kejanggalan lain seperti penggunaan bahasa Urdu alih-alih bahasa Arab, dan ukuran huruf yang tidak konsisten. Hal ini menguatkan indikasi bahwa gambar tersebut bukan dokumen resmi.
Klaim larangan foto juga pernah dibantah oleh otoritas haji Malaysia. Kepala Delegasi Haji Malaysia, Mohd Hisham Harun, menegaskan tidak ada larangan pengambilan gambar, meski jemaah disarankan untuk tetap fokus beribadah.