JAKARTA – UEFA resmi menunjuk wasit asal Jerman, Daniel Siebert, untuk memimpin laga final Liga Champions 2026 yang mempertemukan Arsenal kontra Paris Saint-Germain di Budapest pada 30 Mei mendatang.
Penunjukan ini langsung menarik perhatian karena Siebert bukan sosok asing bagi Arsenal, terutama setelah keterlibatannya dalam laga-laga krusial The Gunners sepanjang musim ini.
Arsenal asuhan Mikel Arteta datang dengan ambisi besar untuk mencetak sejarah sebagai juara Eropa pertama mereka setelah dua dekade sejak final terakhir yang berujung kekalahan dari Barcelona.
Tim asal London tersebut akan menghadapi PSG yang berstatus juara bertahan dalam pertandingan yang disebut sebagai puncak kompetisi klub paling prestisius di Eropa.
Dalam struktur perangkat pertandingan, Siebert akan dibantu oleh dua asisten, Jan Seidel dan Rafael Foltyn, sementara posisi ofisial keempat diisi oleh Sandro Scharer dari Swiss.
Untuk sistem VAR, UEFA menunjuk dua wasit Jerman lainnya, yaitu Bastian Dankert dan Robert Schroder, guna memastikan keputusan krusial berjalan akurat.
Menariknya, Siebert sebelumnya memimpin laga leg kedua semifinal saat Arsenal menyingkirkan Atletico Madrid dengan kemenangan tipis 1-0 melalui gol Bukayo Saka.
Namun pertandingan tersebut menyisakan kontroversi setelah Siebert menolak klaim penalti Atletico usai insiden antara Riccardo Calafiori dan Antoine Griezmann.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, secara terbuka mengkritik keputusan tersebut dengan menyatakan, “Saya tidak ingin fokus pada hal sederhana seperti insiden Griezmann, tapi itu jelas sebuah pelanggaran,” dilansir Evening Standard, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, Siebert juga memimpin pertandingan Arsenal saat menghadapi Sporting di perempat final, di mana The Gunners menang 1-0 dalam laga yang relatif minim kontroversi.
Sepanjang kariernya, Siebert tercatat telah memimpin empat pertandingan Arsenal dengan hasil sempurna berupa kemenangan di semua laga tersebut.
Rekor positif itu mencakup kemenangan atas Dinamo Zagreb serta Olympiacos dalam kompetisi Eropa beberapa musim sebelumnya.
Di sisi lain, PSG juga memiliki catatan tak terkalahkan ketika dipimpin Siebert dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang di Liga Champions.***