JAKARTA – Para pemimpin gereja di Tyre, Lebanon selatan, mengeluarkan imbauan mendesak kepada komunitas internasional dan pemerintah Lebanon untuk mencegah kemungkinan serangan Israel terhadap distrik Kristen di kota pelabuhan tersebut.
“Kota Tua adalah jantung kota Tyre, dan serangan apa pun terhadapnya akan menjadi bencana nasional,” bunyi pernyataan bersama yang menekankan pentingnya melindungi kawasan bersejarah itu sebagai warisan budaya dan keagamaan berusia berabad-abad, dilansir The Guardian, Selasa (9/6/2026).
Imbauan tersebut disampaikan oleh George Iskandar, Uskup Agung Metropolitan Tirus untuk Gereja Katolik Yunani Melkit; Elias Kfoury, Metropolitan Ortodoks Yunani Tirus dan Sidon; serta Charbel Abdullah, Uskup Agung Katolik Maronit Tirus. Mereka menyerukan upaya politik dan keamanan segera, serta meminta badan-badan PBB memenuhi tanggung jawab moral sesuai hukum humaniter internasional.
Sebelumnya, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga Tyre menjelang serangan yang diklaim ditujukan kepada Hizbullah. Untuk pertama kalinya, perintah evakuasi mencakup seluruh wilayah Kristen di kota tersebut. Serangan udara Israel sebelumnya telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya.
Para pemimpin gereja menegaskan bahwa perlindungan terhadap Kota Tua Tyre bukan hanya soal keamanan warga sipil, tetapi juga menjaga simbol persatuan dan identitas nasional Lebanon.