Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya membicarakan taktik dan perburuan gol. Sabtu malam ini, perhatian jagat maya akan tertuju pada duel perempat final antara Timnas Inggris melawan Norwegia. Namun, alih-alih tensi panas yang menegangkan, netizen justru sibuk menantikan momen reuni dua sahabat karib: Jude Bellingham dan Erling Haaland.
Hubungan bromance yang terjalin sejak mereka masih sama-sama membela Borussia Dortmund (BVB) kini mencuat kembali ke permukaan. Di tengah algoritma media sosial yang sering kali bising dengan fanatisme buta dan toxic masculinity, potongan video keakraban mereka hadir bak penawar yang menyejukkan.
Laman Instagram dipenuhi oleh kompilasi video saat keduanya berpelukan erat atau merayakan kemenangan bersama. Salah satu momen paling ikonis terjadi pada September 2021 usai Dortmund mengandaskan Besiktas.
Saat Haaland yang berusia 25 tahun tengah memuji Bellingham di depan kamera, Bellingham (23) tiba-tiba masuk ke dalam frame, mendaratkan ciuman candaan di pipi sang striker, lalu menghilang begitu saja. Di lain waktu, Haaland juga tertangkap kamera langsung pasang badan melindungi Bellingham saat juniornya itu didorong oleh pemain lawan di lapangan.
โCleated Rivalryโ: Memanusiakan Sang Mesin Gol
Pakar hubungan masyarakat, Mark Borkowski, menilai generasi pesepak bola saat ini jauh berbeda dengan era 90-an atau 2000-an yang kerap bermasalah di luar lapangan. โJude Bellingham membawa dirinya dengan kedewasaan dan ketenangan seperti pria yang usianya dua kali lebih tua. Haaland juga tumbuh dari keluarga yang sangat harmonis,โ ujarnya kepada BBC.
Saking dekatnya, Dortmund bahkan pernah merilis video khusus Hari Valentine di YouTube yang memperlihatkan mereka saling melempar gombalan. Haaland sempat merayu, โAku ingin mengajakmu ke bioskop, tapi mereka melarang membawa camilan sendiri dari luar.โ yang dibalas Bellingham dengan, โApakah namamu Google? Karena kamu adalah semua yang sedang kucari.โ
Kedekatan yang intens ini bahkan membuat sebagian fans menyamakannya dengan romansa fiksi populer dunia hoki, Heated Rivalry, dan menjuluki hubungan mereka sebagai โCleated Rivalryโ karena chemistry alami mereka yang dinilai sangat kuat.
Pakar media sosial, Mark Navarra, menyebut fenomena ini memberikan kelegaan bagi pencinta sepak bola. โDunia sepak bola online sering kali dibangun atas dasar kemarahan dan pengotakan pemain sebagai pahlawan atau penjahat. Klip video mereka berhasil memanusiakan kembali dua sosok yang biasanya hanya dianggap sebagai aset jutaan poundsterling atau mesin gol. Di lapangan mereka kejam dan kompetitif, tapi di luar, mereka tak sungkan menunjukkan kasih sayang dan kepedulian,โ jelas Navarra.
Keduanya dinilai sebagai perpaduan karakter yang brilian. Bellingham tampil sebagai sosok yang rapi, pandai bicara, dan ekspresif. Sementara Haaland lebih eksentrik, berwajah datar (deadpan), dan sangat mudah dijadikan bahan meme.
Rutinitas Sederhana dan Minecraft di Luar Lapangan
Popularitas mereka kian meroket karena gaya hidup mereka yang jauh dari kesan glamor berlebihan di luar lapangan hijau. Haaland yang mengencani teman masa kecilnya, Isabel Haugseng Johansen, mengungkapkan kepada media Norwegia, NRK, bahwa malam biasa mereka diisi dengan aktivitas yang sangat membumi.
โSaya memasak makan malam. Mungkin agak memalukan baginya jika saya mengatakan ini, tapi dia suka bermain video game. Kami sering bermain Minecraft bersama, membangun rumah digital. Atau terkadang kami pulang ke Bryne dan sekadar memesan kebab,โ tutur Haaland santai.
Di sisi lain, Bellingham yang dikabarkan dekat dengan model Amerika, Ashlyn Castro, memilih menutup rapat kehidupan asmaranya namun selalu bangga berbicara soal peran keluarganya.
โJika ayah saya tidak bermain sepak bola, saya mungkin tidak akan pernah terjun ke olahraga ini. Sementara ibu mengajarkan saya lebih banyak tentang kehidupan di luar lapangan. Bahkan cara saya tetap tenang, kepala dingin, dan mencoba memimpin rekan setim di lapangan, semuanya saya pelajari dari ibu saya karena beliau adalah pemimpin yang sangat hebat,โ ungkap Bellingham penuh hormat.
Pada akhirnya, duel Sabtu malam nanti mungkin akan menyisakan satu pemenang yang melaju ke semifinal. Namun, seperti yang diungkapkan Navarra, bromance ini memberikan sebuah hal yang mulai langka di dunia maya: sebuah rivalitas sengit yang murni, tanpa dibumbui oleh rasa benci.