JAKARTA – Insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali memakan korban setelah Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah laki-laki di sekitar timur laut Pulau Matallang, Kepulauan Sabalana, Flores, sehingga jumlah korban meninggal kini menjadi empat orang.
Jenazah ditemukan pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar 100 meter dari bibir pantai saat operasi pencarian memasuki hari ketujuh dengan fokus penyisiran di wilayah perairan Kepulauan Sabalana.
Tim RIB KN SAR Pacitan segera mengevakuasi korban menuju kapal utama untuk menjalani penanganan sesuai prosedur sebelum proses identifikasi dilakukan oleh tim berwenang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan menjelaskan proses evakuasi berlangsung sesuai standar penanganan korban bencana laut.
“Tim RIB KN SAR Pacitan berhasil mengevakuasi satu jenazah laki-laki di timur laut Pulau Matallang pada operasi pencarian.”
“Jenazah selanjutnya dibawa menuju KN SAR Pacitan untuk penanganan lanjutan sesuai prosedur evakuasi dan identifikasi yang berlaku,” katanya dalam keterengan resmi, Jumat, 24 Juli 2026.
Saat ini Tim SAR Gabungan masih menentukan lokasi penyerahan jenazah sebelum pemeriksaan identitas dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Koordinasi terus berlangsung untuk menentukan apakah jenazah akan dibawa ke Makassar atau menuju Posko Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar sesuai kondisi operasi di lapangan.
Pencarian korban lainnya tetap dilanjutkan setelah masa operasi SAR diperpanjang dengan memperluas area penyisiran di sekitar Kepulauan Sabalana.
Setiap hari tim mengevaluasi kondisi cuaca, arah arus laut, serta hasil pencarian guna meningkatkan peluang menemukan seluruh korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, Tim DVI gabungan telah memastikan identitas dua korban yang ditemukan di Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kedua jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi menggunakan metode forensik.
Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris mengungkapkan identitas korban pertama yang berhasil dipastikan.
“Seorang perempuan berusia 44 tahun, warga Kabupaten Kepulauan Selayar,” ujarnya.
Korban tersebut diketahui bernama Hasriati, sedangkan jenazah kedua teridentifikasi sebagai Bau Intang, perempuan berusia 50 tahun.
Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan sidik jari dan data medis sehingga identitas korban dapat dipastikan secara akurat.***