JAKARTA β Karim Benzema menyampaikan dukungan terbuka kepada Zinedine Zidane yang disebut segera ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps.
Deschamps akan mengakhiri masa baktinya setelah mempersembahkan gelar Piala Dunia dan UEFA Nations League bagi Les Bleus.
Kepergian Deschamps menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Prancis di level internasional.
Sejumlah media Eropa melaporkan Federasi Sepak Bola Prancis telah memilih Zidane sebagai kandidat utama pengganti Deschamps.
Jurnalis transfer Fabrizio Romano menyebut pengumuman resmi Zidane diperkirakan dilakukan pada Selasa, 28 Juli waktu setempat.
Jika resmi ditunjuk, Zidane akan memulai proyek baru untuk membangun identitas permainan Timnas Prancis.
Mantan pelatih Real Madrid itu juga dituntut mempertahankan tradisi kemenangan yang telah dibangun pendahulunya.
Target besar berikutnya adalah membawa Prancis kembali bersaing hingga final Piala Dunia dan turnamen besar Eropa.
Dalam wawancara bersama Konbini, Benzema mengaku sangat antusias melihat peluang Zidane menangani tim nasional negaranya.
βDia adalah seorang legenda dan seperti kakak bagi saya,β ungkapnya seperti dikutip World Soccer Talk, Selasa (28/7/2026).
βApakah saya senang jika dia melatih Timnas Prancis?β
βSaya belum tahu apakah benar dia yang akan menjadi pelatih, tetapi jika benar, saya sangat bahagia,β ujar Benzema.
Pernyataan tersebut memperlihatkan hubungan erat yang telah terjalin lama antara Benzema dan Zidane.
Keduanya pernah bekerja sama dalam 217 pertandingan ketika membela Real Madrid.
Pada periode pertama Zidane, Benzema menjadi bagian penting trio penyerang bersama Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.
Memasuki periode kedua, Zidane berhasil mengoptimalkan peran Benzema sebagai mesin gol utama Los Blancos.
Kolaborasi itu menghasilkan berbagai trofi bergengsi dan memperkuat hubungan profesional maupun personal keduanya.
Dukungan Benzema kepada Zidane pun dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang berpengaruh dalam kariernya.
Di sisi lain, laporan dari media Spanyol mengungkap Zidane memiliki rencana jangka panjang bersama Timnas Prancis.
Jurnalis RamΓ³n Fuentes melalui Mundo Deportivo menyebut Zidane mengusulkan kontrak berdurasi delapan tahun kepada Federasi Sepak Bola Prancis.
Durasi tersebut akan memberinya kesempatan memimpin Prancis pada dua edisi Piala Dunia dan dua turnamen Piala Eropa.
Hingga kini belum ada kepastian apakah federasi menerima proposal tersebut.
Namun, arah proyek yang diinginkan Zidane disebut menggabungkan target prestasi instan dengan pembangunan tim berkelanjutan.
Dalam skema itu, peluang kembalinya Benzema ke Timnas Prancis disebut sangat kecil.
Sebaliknya, Kylian Mbappe diperkirakan tetap menjadi pusat proyek utama Zidane di lini depan.
Perubahan terbesar justru diprediksi terjadi di sektor gelandang yang selama ini mendapat banyak kritik.
Pembenahan lini tengah dipandang menjadi fondasi penting menjelang persiapan menuju UEFA Euro 2028.
Dengan kombinasi pemain muda dan pengalaman Zidane, Prancis diharapkan memasuki babak baru yang tetap kompetitif di level dunia.***



