JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi maupun investasi, tetapi juga dari kemampuan negara meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung posisi Indonesia sebagai salah satu anggota G20 dan pentingnya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan.
Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pembangunan. Menurutnya, kedua hal tersebut harus menjadi sarana untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dinilai belum cukup apabila masyarakat masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Prabowo juga mengaitkan persoalan tersebut dengan posisi Indonesia sebagai anggota G20. Ia menilai status Indonesia dalam forum ekonomi internasional tersebut harus dibarengi dengan kemampuan negara memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.
Indonesia menjadi anggota G20 sejak forum tersebut dibentuk pada 1999. Keanggotaan tersebut membuat Indonesia memiliki posisi strategis dalam pembahasan berbagai persoalan ekonomi global bersama negara-negara dengan perekonomian utama dunia.
Karena itu, Prabowo menilai Indonesia tidak semestinya hanya mengejar pencapaian ekonomi di tingkat global. Pemerintah juga harus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat di dalam negeri, termasuk mereka yang berada dalam kelompok ekonomi paling rentan.
Dalam pidatonya, Prabowo turut memaparkan sejumlah capaian perekonomian nasional. Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen.
Prabowo menyebut capaian tersebut sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah kondisi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah juga terus mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Realisasi investasi pada semester I 2026 disebut mencapai sekitar Rp1.010 triliun. Investasi tersebut diklaim turut menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan pekerjaan. Pemerintah berharap peningkatan investasi dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.
Namun, Prabowo kembali menekankan bahwa angka pertumbuhan ekonomi dan investasi tidak boleh berhenti sebagai pencapaian statistik. Keduanya harus diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Pernyataan mengenai masyarakat yang masih mengalami kelaparan juga bukan pertama kali disampaikan Prabowo. Pada 2024, ia pernah menyoroti persoalan serupa dan mengingatkan agar Indonesia tidak sekadar bangga dengan status sebagai anggota G20 apabila masih terdapat rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Dalam konteks pembangunan nasional, persoalan pangan menjadi salah satu hal penting karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan pangan, daya beli, lapangan pekerjaan, serta program perlindungan sosial dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pesan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR 2026 pada akhirnya menekankan bahwa kekuatan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan. Indonesia sebagai negara dengan peran penting di G20 diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi di tingkat internasional, tetapi juga memastikan masyarakat di dalam negeri dapat menikmati hasil pembangunan.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya terletak pada besarnya investasi atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Bagi pemerintah, pembangunan harus bermuara pada terciptanya kehidupan yang lebih layak dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia. (ACH)



