JAKARTA – Everton kembali mendapatkan Jack Grealish dari Manchester City dengan status pinjaman semusim, saat Iliman Ndiaye justru meninggalkan Goodison Park menuju Etihad.
Everton bergerak cepat pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2026 dengan kembali membawa Jack Grealish dari Manchester City untuk menjalani masa peminjaman selama satu musim.
Grealish dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis sebelum proses kepindahannya dirampungkan menjelang penutupan bursa transfer Premier League.
Kembalinya winger berusia 30 tahun itu menjadi kejutan setelah Everton sebelumnya lebih dekat dengan rencana mendatangkan mantan pemainnya, Richarlison, dari Tottenham Hotspur.
Namun, negosiasi transfer Richarlison tidak mencapai kesepakatan sehingga Everton mengalihkan perhatian kepada Grealish.
Grealish sebelumnya memperkuat Everton dengan status pinjaman pada musim 2025/2026 dan tampil dalam 22 pertandingan dengan torehan dua gol serta enam assist.
Mengutip laporan FourFourTwo, Selasa, perjalanan Grealish bersama Everton musim lalu terhenti setelah mengalami cedera kaki pada Januari yang membuatnya harus menjalani masa pemulihan cukup panjang.
Setelah pulih, Grealish kembali mendapat kesempatan bermain bersama Manchester City pada awal musim 2026/2027.
Ia tampil sebagai pemain pengganti ketika Manchester City menghadapi Arsenal pada Community Shield dan kembali masuk dari bangku cadangan saat melawan Bournemouth.
Kesepakatan baru tersebut membuat Grealish berpeluang kembali menjadi bagian penting dari proyek Everton pada musim ini.
Iliman Ndiaye ke Manchester City
Di sisi lain, Everton harus kehilangan Iliman Ndiaye yang justru bergerak menuju Manchester City dengan nilai transfer maksimal £65 juta.
Jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp23.970 per poundsterling, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1,56 triliun.
Rincian kesepakatannya terdiri dari biaya transfer utama £60 juta atau sekitar Rp1,44 triliun, ditambah bonus £5 juta atau sekitar Rp119,9 miliar.
Manchester City bergerak cepat mengamankan Ndiaye setelah sebelumnya gagal mendapatkan Cody Gakpo dari Liverpool.
Ndiaye menjadi salah satu pemain penting Everton sejak bergabung dan telah mencatatkan 17 gol serta tiga assist dalam 74 penampilan selama dua musim di Merseyside.
Kepindahan pemain asal Senegal itu sebelumnya hampir mengarah ke Tottenham Hotspur sebelum Manchester City datang dengan kesepakatan yang lebih menguntungkan.
Situasi tersebut juga berkaitan dengan gagalnya rencana pertukaran pemain yang melibatkan Richarlison dan Ndiaye.
Richarlison sebelumnya disebut berpeluang kembali ke Everton, tetapi pernyataan sang pemain di media sosial membuat spekulasi tersebut berakhir.
“Keinginan saya adalah kembali ke tempat di mana saya pernah sangat bahagia, tetapi negosiasi hanya berlangsung dengan cara yang diinginkan pihak tertentu, dan hal itu tidak akan terjadi lagi.”
“Terlepas dari semua gejolak ini, saya masih terikat kontrak dengan Spurs dan akan tetap siap membela klub.”
Dengan batalnya kepulangan Richarlison, Everton akhirnya memilih opsi Grealish untuk memperkuat sektor serangan.
Langkah tersebut sekaligus menciptakan pertukaran menarik antara Everton dan Manchester City pada penghujung bursa transfer.
Everton kehilangan Ndiaye sebagai salah satu pemain ofensif andalan, tetapi mendapatkan kembali Grealish yang sudah memahami karakter permainan klub.
Manchester City sendiri mendapatkan pemain sayap baru yang dinilai dapat menambah variasi serangan setelah sejumlah perubahan komposisi pemain di lini depan.
Grealish kini memiliki kesempatan kedua untuk membuktikan kemampuannya bersama Everton setelah musim sebelumnya terganggu masalah kebugaran.
Everton juga masih berupaya memperkuat lini serang dengan membidik penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun menjelang berakhirnya bursa transfer.
Dengan demikian, saga transfer Everton pada deadline day tidak hanya menghadirkan kepulangan Grealish, tetapi juga kehilangan Ndiaye dalam transaksi bernilai sekitar Rp1,56 triliun.
Pergerakan tersebut membuat Everton harus segera beradaptasi dengan perubahan besar di lini depan ketika kompetisi Premier League musim 2026/2027 mulai memasuki fase awal.***