JAKARTA — Aparat TNI Angkatan Darat (AD) menggerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat operasional judi online di kawasan Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur. Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak 11 orang terduga operator beserta ratusan perangkat elektronik berhasil diamankan.
Pengungkapan kasus ini bermula dari aduan masyarakat sekitar yang merasa curiga terhadap aktivitas tidak biasa di rumah tersebut pada Minggu (4/10/2026). Menindaklanjuti laporan warga, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Petugas mengamankan 11 orang warga sipil dari lokasi penggerebekan, yang terdiri atas enam pria dan lima wanita. Seluruh terduga operator tersebut kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) guna menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing.
Selain mengamankan belasan terduga pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti pendukung operasional, di antaranya 32 unit komputer, 14 unit telepon seluler pribadi, serta sembilan kartu tanda penduduk (KTP). Hingga kini, kepemilikan dokumen identitas tersebut masih dalam proses penelusuran oleh petugas.
Guna menjaga keutuhan tempat kejadian perkara (TKP) selama proses penyelidikan berlangsung, petugas telah memasang garis polisi di sekeliling bangunan serta memadamkan aliran listrik rumah tersebut.
Langkah tegas ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung pemberantasan praktik judi online yang kian marak di era digital. TNI AD menegaskan tidak akan mentoleransi penggunaan fasilitas di lingkungan militer untuk kegiatan ilegal yang merugikan masyarakat.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya akan selalu merespons cepat setiap aduan yang masuk dari masyarakat.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” kata Maruli saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Maruli juga menyatakan tidak akan tebang pilih apabila dalam proses pendalaman kemudian ditemukan keterlibatan prajurit TNI AD, baik dalam hal penyediaan fasilitas maupun bentuk pelanggaran hukum lainnya.
Saat ini, proses pemeriksaan terhadap para terduga operator serta analisis barang bukti masih terus berjalan. TNI AD dipastikan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait guna mengusut tuntas perkara ini hingga tuntas.