MOSKOW, RUSSIA – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan dukungan Moskow terhadap solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Israel-Palestina. Menurutnya, perdamaian yang menyeluruh dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui pembentukan negara Palestina yang berdaulat penuh.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika di Moskow, Kamis. Di hadapan para pemimpin negara peserta, ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan Palestina harus mengacu pada prinsip yang telah lama dikenal dalam diplomasi internasional.
Putin menilai, konflik Israel-Palestina tidak akan menemukan penyelesaian permanen tanpa pemenuhan hak rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri.
“Rusia mendukung prinsip solusi dua negara yang telah dikenal luas dan meyakini bahwa prinsip tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan Palestina secara menyeluruh, termasuk melalui pembentukan negara Palestina yang berdaulat penuh di wilayah Palestina,” ujar Putin.
Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan posisi Rusia yang tetap mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi. Moskow memandang pembentukan negara Palestina sebagai bagian penting dari upaya mencapai perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Situasi Gaza Masih Memprihatinkan
Dorongan untuk mewujudkan solusi dua negara disampaikan ketika kondisi kemanusiaan di Palestina, khususnya Jalur Gaza, masih menghadapi berbagai persoalan.
Meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025, situasi keamanan di lapangan belum sepenuhnya stabil. Operasi militer Israel dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah Palestina dengan alasan menargetkan infrastruktur dan anggota kelompok Hamas.
Dampak konflik berkepanjangan juga terlihat dari kerusakan fasilitas publik dan infrastruktur penting di Gaza. Kondisi tersebut menghambat pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar.
Distribusi bantuan kemanusiaan, pangan, serta pasokan kebutuhan sehari-hari juga masih menghadapi kendala. Situasi ini menambah beban warga sipil yang terdampak konflik.
Pemulihan Gaza pun tidak hanya bergantung pada penghentian pertempuran. Perbaikan infrastruktur, pemulihan layanan publik, dan kelancaran bantuan kemanusiaan menjadi persoalan yang masih harus diselesaikan.
Dalam situasi tersebut, dukungan internasional terhadap penyelesaian politik konflik Israel-Palestina tetap menjadi salah satu isu penting dalam diplomasi global.
KTT Rusia-Afrika Jadi Panggung Diplomasi Moskow
Pernyataan Putin mengenai Palestina disampaikan dalam rangkaian KTT Rusia-Afrika ketiga yang berlangsung di Moskow pada 28-29 Oktober. Pertemuan tersebut digelar bersamaan dengan Forum Ekonomi dan Kemanusiaan.
KTT Rusia-Afrika menjadi momentum bagi Moskow untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan Afrika, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.
Selain membahas hubungan ekonomi dan kemanusiaan, forum tersebut juga menjadi ruang bagi Rusia untuk menyampaikan pandangannya mengenai berbagai persoalan internasional, termasuk konflik di Timur Tengah.
Melalui pernyataan Putin, Rusia kembali menempatkan solusi dua negara sebagai landasan penyelesaian konflik Palestina. Moskow menilai pembentukan negara Palestina yang berdaulat penuh merupakan prasyarat penting untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh dan berkelanjutan.