Penggerebekan besar-besaran markas judi online internasional di sebuah gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, mengungkap keterlibatan talenta lokal. Di tengah kepungan 320 Warga Negara Asing (WNA), polisi turut mengamankan seorang pria Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jakarta yang memiliki rekam jejak mentereng di dunia perjudian daring.
“Lulusan” Kamboja yang Kembali ke Tanah Air
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa pria lokal tersebut bukanlah orang baru dalam industri ini. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa ia merupakan mantan pekerja di Kamboja—negara yang selama ini dikenal sebagai pusat operasional judi daring di Asia Tenggara.
“Ternyata ada satu orang WNI warga Jakarta. Yang bersangkutan pernah bekerja di Kamboja, lalu kembali ke sini dan bergabung lagi dalam jaringan ini,” jelas Brigjen Wira, Minggu (10/5/2026).
Meskipun penyidik masih mendalami peran pastinya, untuk sementara pria tersebut diketahui bertugas sebagai customer service. Namun, mengingat pengalamannya di Kamboja, polisi tidak menutup kemungkinan adanya peran yang lebih krusial dalam menjembatani operasional sindikat internasional ini di Indonesia.
Sindikat ini diketahui memiliki struktur organisasi yang rapi, mulai dari telemarketing, admin, hingga bagian penagihan yang bertugas mengejar setoran dari para pemain.
Mengejar Sang Pemilik Gedung
Bareskrim Polri kini tengah berlomba dengan waktu untuk membongkar data dari ratusan komputer dan perangkat elektronik yang disita. Target utamanya kini beralih ke sosok “ikan besar” di balik penyewaan gedung tersebut.
Dalam upaya pemberantasan ini, Polri menggandeng PPATK untuk melacak aliran dana haram yang berputar dalam sindikat tersebut. “Kami berkomitmen memberantas judi online hingga ke akarnya, karena ini sangat merusak ekonomi negara dan merugikan masyarakat luas,” pungkas Wira.
Struktur Organisasi Sindikat yang Dibongkar:
-
Telemarketing: Menjaring pemain baru.
-
Customer Service: Melayani keluhan dan transaksi (peran WNI yang tertangkap).
-
Admin: Mengelola sistem dan database.
-
Penagihan: Memastikan aliran dana masuk dari pemain.