JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai “diktator tanpa pemilu”. Pernyataan ini disampaikan beberapa jam setelah Zelensky menuduh Trump hidup dalam gelombang “disinformasi” yang disebarkan Rusia.
Sebelumnya, Zelensky membantah klaim Trump yang menuduh Ukraina sebagai pihak yang memulai perang dengan Rusia. Menanggapi hal itu, Trump kemudian menyebut Zelensky sebagai seorang diktator.
“Seorang Diktator tanpa Pemilu, Zelensky sebaiknya bergerak cepat atau negaranya tidak akan tersisa,” tulis Trump melalui Truth Social pada Rabu (19/2/2024).
Dalam konferensi pers di Kyiv, seperti dikutip AFP pada Kamis (20/2/2025), Zelensky membantah tuduhan Trump dan menegaskan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang hanya bisa terjadi dengan keterlibatan langsung Ukraina.
Zelensky juga menegaskan bahwa dirinya menginginkan jaminan keamanan dari sekutu Barat agar perang dapat berakhir tahun ini.
Zelensky mengaku kecewa dan menyayangkan pernyataan Presiden AS itu, mengingat dirinya sangat menghormati Trump sebagai Presiden Amerika.
“Sangat disayangkan, Presiden Trump, saya sangat menghormatinya sebagai pemimpin negara yang sangat kami hormati, rakyat Amerika yang selalu mendukung kami, sayangnya (Trump) hidup di dalam ruang disinformasi ini,” ujar Zelensky, seraya menuduh Rusia telah menyesatkan Trump.
Trump sebelumnya mengklaim bahwa Ukraina memulai perang dengan Rusia, sebuah narasi yang sejak lama digaungkan oleh Kremlin. Pernyataan itu disampaikan Trump sebagai tanggapan atas keluhan Zelensky yang tidak diundang dalam pertemuan antara delegasi AS dan Rusia di Arab Saudi.
“Hari ini saya mendengar, ‘Oh baiklah, kami tidak diundang.’ Ya, Anda sudah di sana selama tiga tahun. Anda seharusnya mengakhirinya setelah tiga tahun. Anda seharusnya tidak pernah memulainya. Anda bisa saja membuat kesepakatan,” ujar Trump.
Trump juga mempertanyakan legitimasi Zelensky sebagai Presiden Ukraina dan menyerukan pemilu di negara itu, yang saat ini dilarang karena status darurat militer. Ia bahkan mengklaim bahwa dukungan publik terhadap Zelensky hanya mencapai empat persen.
Menanggapi hal itu, Zelensky membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan propaganda Rusia.