Perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat pada 4 Juli kemarin harus berhadapan langsung dengan amukan cuaca ekstrem. Gelombang panas yang membakar wilayah Pantai Timur hingga badai petir hebat memaksa sejumlah agenda penting dibatalkan, meninggalkan ratusan ribu rumah tanpa aliran listrik.
Suhu udara meroket ekstrem mencapai 41°C (106°F) di New Jersey dan 37°C (100°F) di Washington DC. Akibatnya, Parade Kemerdekaan resmi di Washington DC terpaksa dibatalkan pada hari Jumat, disusul penutupan berbagai festival di Pennsylvania, Maryland, hingga Colorado.
Mati Lampu Massal dan Evakuasi Darurat
Cuaca buruk tidak hanya membawa hawa panas, tetapi juga angin kencang berkecepatan 97 km/jam. Berdasarkan data Power Outage, sekitar 750.000 properti di Wisconsin, Michigan, Illinois, Ohio, hingga New York mengalami mati lampu massal.
Bahkan di Washington DC, ribuan pengunjung festival Salute to America dan zona fans FIFA sempat dievakuasi secara darurat ke gedung-gedung terdekat saat badai petir tiba-tiba menerjang National Mall sebelum pesta kembang api dimulai.
Tradisi yang Bertahan: Dari Kapsul Waktu hingga Lomba Makan Hot Dog
Meski alam kurang bersahabat, kegembiraan warga tidak sepenuhnya padam. Berbagai acara ikonik budaya pop Amerika tetap berjalan dengan meriah.
Di New York City, Joey Chestnut berhasil menyabet gelar ke-18 dalam ajang Nathan’s Famous International Hot Dog Eating Contest setelah melahap 66 hot dog dalam waktu 10 menit. Sementara di kategori wanita, Miki Sudo mempertahankan mahkotanya dengan menghabiskan 38,75 hot dog.
Di Philadelphia, penyelenggara mengubur sebuah kapsul waktu rahasia yang baru boleh dibuka pada tahun 2226. Di dalamnya berisi satu botol Coca-Cola, salinan Konstitusi AS yang ditandatangani, serta artefak khas dari 50 negara bagian.
Begitu badai reda, jet tempur F-22 Raptor sukses mengawal Air Force One baru di langit Washington, ditutup oleh konser megah dari bintang besar seperti Will Smith, Christina Aguilera, dan The Smashing Pumpkins.
Di Mount Vernon, Virginia, perayaan ditutup dengan penuh haru lewat upacara naturalisasi yang meresmikan 150 imigran dari 50 negara berbeda sebagai warga negara baru Amerika Serikat.