JAKARTA – Era baru Formula 1 dimulai. Sistem Drag Reduction System (DRS) resmi ditinggalkan, membuka babak baru dalam strategi menyalip. Mobil generasi 2026 kini mengandalkan kombinasi sayap yang dapat disetel kapan saja dan manajemen energei listrik dari sistem hibrida.
Lewis Hamilton pernah menegaskan, “Jika mobil Anda tidak setidaknya satu detik lebih cepat dari mobil lawan, maka upaya menyalip hampir mustahil.” Pernyataan itu mencerminkan betapa sulitnya duel di era aerodinamika kompleks. Kini, Ross Brawn yang dulu mendorong perubahan, melihat harapannya terwujud: balapan tanpa DRS.
Pembalap Mercedes muda, Kimi Antonelli, menyambut aturan baru dengan antusias. “Pada tahun 2026, kreativitas seorang pembalap akan dihargai. Bagi saya, ini sedikit seperti bermain catur, tetapi dengan kecepatan 300 km/jam, jadi catur kilat,” ujarnya, dilansir dari Speedweek, Selasa (3/2/2026).
Formula 1 Era Baru
Direktur teknis Mercedes, James Allison, lebih berhati-hati. Ia menilai mode Overtake berbasis energi listrik mungkin tidak sekuat DRS. “Perbedaannya adalah ini tidak ada hubungannya dengan aerodinamika, tetapi sepenuhnya tentang sistem hibrida dan manajemen energi. Itu bisa membantu menyalip, tapi saya rasa tidak sekuat DRS dulu,” katanya.
Selain itu, pengemudi kini memiliki boost button yang melepaskan daya penuh motor listrik 350 kilowatt ditambah tenaga mesin bensin. Namun, Allison mengingatkan, “Anda mungkin harus membayar harganya nanti di putaran tersebut, karena baterai bisa habis dan lawan justru menyimpan energi untuk menyalip balik.”
Dengan kombinasi teknologi baru ini, duel Verstappen, Hamilton, Leclerc, dan para rival diprediksi lebih taktis. Balapan bukan lagi sekadar soal kecepatan, melainkan permainan strategi energi yang bisa mengubah jalannya pertarungan pada setiap lap.