JAKARTA – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan yang melanda sejumlah kota sejak akhir Desember 2025.
“Peristiwa beberapa hari terakhir dimulai dengan protes, tetapi di bawah kendali dan perencanaan musuh Zionis, berubah menjadi subversi keamanan. Pernyataan [Presiden AS Donald] Trump dalam beberapa hari terakhir juga berbicara tentang perencanaan bersama oleh kedua rezim ini, yang merusak keamanan kehidupan bangsa Iran,” demikian pernyataan dewan keamanan, dikutip kantor berita IRIB, Jumat (9/1/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa demonstrasi ekonomi tidak mungkin dilakukan dengan cara yang justru memperburuk kondisi ekonomi dan menambah ketidakamanan. “Kehadiran pasukan keamanan dan penegak hukum bertujuan untuk mencegah ketidakamanan di negara ini, dan pasukan ini, bersama dengan bangsa yang bangga dan teguh, menetralisir rencana ketidakamanan oleh Israel dan pendukungnya, Amerika Serikat, serta menyediakan lingkungan yang aman bagi kehidupan rakyat. Dalam upaya ini, pasukan keamanan dan peradilan tidak akan menunjukkan kelonggaran terhadap para penyabotase,” lanjut pernyataan tersebut.
Gelombang protes di Iran bermula dari fluktuasi tajam nilai tukar rial yang memicu lonjakan harga grosir dan eceran. Aksi kemudian meluas ke sejumlah kota, berujung bentrokan dengan aparat, dan menimbulkan korban jiwa baik di pihak demonstran maupun pasukan keamanan.