JAKARTA – Human metapneumovirus atau HMPV, mulai menimbulkan kekhawatiran semenjak mengalami pelonjakan kasus di China.
Pejabat kesehatan China sendiri belum mengonfirmasi bahwa HMPV menjadi penyebab utama kenaikan rawat inap di negara itu. Sementara laporan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menunjukkan peningkatan kasus rawat inap kemungkinan disebabkan oleh influenza A.
“Kekhawatiran akan pandemi dapat diredakan. Virus ini telah beredar cukup lama, jadi orang-orang memiliki kekebalan terhadap human metapneumovirus ini,” kata Dr. Carla Garcia Carreno, direktur pencegahan dan pengendalian infeksi Children’s Medical Center Plano via CBS News.
Hal serupa dikatakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam pernyataannya, Budi menjelaskan virus HMPV sudah ada sejak lama dan bukan penyakit mematikan.
“Apakah HMPV ini ada di Indonesia? HMPV ini sudah ada di Indonesia sudah lama. Kalau dicek, apakah sekarang ada? Ada. Mungkin teman-teman juga yang ada di depan saya ini kalau dicek, ada juga yang kena kalau batuk-batuk,” kata Budi seperti diberitakan Antara di Jakarta, Senin (6/1).
Meski begitu, Budi tetap mengimbau publik untuk senantiasa menjaga kesehatan dan melakukan langkah-langkah pencegahan.
Lantas, apa sebenarnya HMPV dan bagaimana penyakit itu bisa menular? Simak artikel ini hingga akhir untuk mendapatkan jawabannya:
Apa Itu HMPV?
HMPV atau Human metapneumovirus adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan atas dan bawah pada orang-orang dari segala usia.
Adapun orang yang paling beresiko terkena penyakit serius akibat virus ini di antaranya adalah anak-anak kecil, lansia, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Meski tengah merebak, para ahli mengatakan wabah HMPV di China tidak terlalu menjadi perhatian utama karena HMPV bukanlah penyakit misterius yang baru dan juga bukan penyebab banyaknya kasus seperti COVID atau infeksi lain pada musim ini.
Menurut data CDC terbaru, HMPV menyumbang kurang dari 2% dari tes positif mingguan virus pernapasan.
Sebagai perbandingan, flu menyumbang hampir 19% dan COVID hanya lebih dari 7% untuk minggu yang sama.
Bagaimana HMPV Menular?
Hampir mirip Covid dan virus-virus yang menyerang pernapasan lain, HMPV ditularkan melalui kontak langsung dengan seseorang yang mengidapnya atau dari menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus.
Oleh karena itu, seperti virus pernapasan pada umumnya, HMPV dapat dihindari dengan mencuci tangan dengan sabun dan air serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
“Jika seseorang sakit, cobalah untuk menghindari keramaian sehingga mereka tidak menulari semua orang, terutama orang-orang yang rentan,” kata Garcia Carreno.
“Jika orang tersebut sakit dan tidak dapat menghindari pergi ke suatu tempat di mana orang lain berada, maka usahakan untuk menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mencuci tangan dengan baik dan benar,” paparnya.


