MONTERREY β Nama Yasin Ayari langsung mencuri perhatian pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 setelah tampil gemilang saat membawa Swedia mengalahkan Tunisia dengan performa luar biasa.
Gelandang berusia 22 tahun itu membuka keunggulan Swedia hanya tujuh menit setelah pertandingan dimulai melalui tendangan voli keras yang meluncur ke sudut atas gawang Tunisia dan membuat publik Monterrey terpukau.
Namun, berbeda dari kebanyakan pemain muda yang mencetak gol debut di panggung sebesar Piala Dunia, Ayari memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan dan justru mengangkat kedua tangannya sebelum melakukan sujud syukur di atas lapangan.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan karena pemain muda Swedia itu memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Tunisia, negara yang menjadi tanah kelahiran ayahnya.
Darah Tunisia dan Maroko Mengalir dalam Diri Ayari
Yasin Ayari lahir di Swedia dari keluarga berdarah Afrika Utara.
Ayahnya berasal dari Tunisia, sementara ibunya memiliki keturunan Maroko.
Latar belakang keluarga tersebut membuat Ayari sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperkuat tim nasional Tunisia.
Akan tetapi, saat berusia 18 tahun, ia memilih melanjutkan karier internasional bersama Swedia, negara tempat dirinya lahir dan tumbuh.
Ayahnya, Azzouz Ayari, mengaku mendukung penuh keputusan sang putra untuk membela Swedia.
βSaya ingin dia bermain untuk Swedia dan memberikan sesuatu kembali kepada negara yang telah merawat serta membesarkannya,β ujar Azzouz Ayari, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (16/6/2026).
Menurut sang ayah, federasi sepak bola Tunisia sempat menunjukkan minat kepada Yasin Ayari, namun keluarga mereka sejak awal lebih condong memilih Swedia sebagai tujuan karier internasionalnya.

Meniti Karier dari Klub Lokal hingga Liga Inggris
Perjalanan sepak bola Ayari dimulai sejak usia tujuh tahun ketika bergabung dengan akademi klub Rasunda di Solna.
Bakatnya kemudian membawanya masuk ke akademi klub besar Swedia, AIK.
Debut profesional bersama tim senior AIK terjadi pada 2020 dan sejak saat itu kariernya berkembang pesat.
Performa konsisten yang ditunjukkan Ayari menarik perhatian klub Liga Inggris, Brighton & Hove Albion, yang merekrutnya pada 2023.
Pada tahun yang sama, ia juga mencatatkan debut bersama tim nasional Swedia.
Ayari menegaskan bahwa pilihannya membela Swedia merupakan langkah yang alami karena sejak usia muda ia telah mengenakan seragam tim nasional kelompok umur negara tersebut.
Pertemuan Emosional dengan Tunisia di Piala Dunia
Ketika hasil undian Piala Dunia 2026 menempatkan Swedia dan Tunisia dalam satu grup, Ayari mengaku cukup terkejut.
Baginya, pertandingan tersebut memiliki arti khusus karena mempertemukan dua identitas yang sama-sama melekat dalam kehidupannya.
Meski demikian, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama saat ia turun membela Swedia.
Gol cepat yang dicetaknya menjadi pembuka kemenangan meyakinkan tim Skandinavia tersebut atas wakil Afrika Utara.
Menutup Laga dengan Gol Spektakuler Kedua
Tidak hanya mencetak gol pembuka, Ayari juga menjadi aktor utama kemenangan Swedia berkat gol keduanya pada menit ke-95.
Pemain Brighton itu memanfaatkan bola di area pertahanan Tunisia sebelum melepaskan tembakan akurat yang kembali bersarang di pojok gawang.
Berbeda dengan gol pertama yang dirayakan secara sederhana, kali ini Ayari menikmati momen tersebut bersama para pendukung Swedia yang memenuhi stadion.
Dua gol dalam laga debut Piala Dunia menjadikan Yasin Ayari sebagai salah satu pemain muda paling menonjol pada awal turnamen.
Penampilannya tidak hanya membantu Swedia meraih tiga poin penting, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seorang pesepak bola dapat tetap menghormati akar keluarganya di tengah persaingan tertinggi sepak bola dunia.
Fakta Singkat Yasin Ayari
- Nama lengkap: Yasin Abbas Ayari
- Usia: 22 tahun
- Tempat lahir: Swedia
- Keturunan: Tunisia dan Maroko
- Posisi: Gelandang serang
- Klub: Brighton & Hove Albion
- Tim nasional: Swedia
- Debut Piala Dunia: 2026
- Catatan debut: 2 gol melawan Tunisia.***